Selasa, 02 Juli 2013

Rasa Sakit...

Semua manusia yang hidup di dunia ini, bisa dipastikan semua menginginkan kebahagiaan. Dalam mencapai hal tersebut mereka memiliki cara yang beragam tergantung persepsi masing-masing mengenai kebahagiaan itu sendiri. Sebaliknya manusia juga selalu menghindari penderitaan dan rasa sakit. Rasa sakit menjadi musuh permanen manusia, seandainya berbentuk mahluk hidup, mungkin semua orang akan membunuhnya. Rasa sakit juga menjadi hantu yang menakutkan yang tak diinginkan semua orang. Namun pernahkah kita berpikir kalau rasa sakit itu berguna?, pernahkah manusia menyadari kalau rasa sakit itu nikmat yang tiada tertara?.

Mungkin pernyataan ini sangat aneh atau mengada-ada, tapi memang demikian adanya. Untuk menjawab pertanyaan di atas ada baiknya kita menjawab pertanyaan berikut ini. Apa yang akan terjadi saat kita tidur, lalu binatang pemangsa memakan jari kita, dan kita tidak memiliki rasa sakit sedikitpun?. Apa yang akan terjadi saat kaki kita menginjak benda tajam, dan kita tak merasa sakit sedikitpun? Apa yang kan terjadi jika paru-paru kita, atau ginjal kita jadi mengkerut, dan sedikit pun kita tak punya rasa sakit?

Tentunya kita tau sendiri jawabannya. Seandainya Para pelayan yang memotong buah-buahan memiliki rasa sakit saat Yusuf AS melintas, mungkin jari-jari mereka tak akan terpotong. Jadi jelaslah bahwa rasa sakit itu adalah teguran dan latihan sebelum datangnya bencana yang lebih besar. Jika kita sakit hati pacar meninggalkan kita, saya katakan itu artinya Allah sedang memberi tahu dan menyelamatkan kita sebelum ia benar-benar meninggalkan kita saat tengah menjadi istrinya. Jika kita mendapatkan nilai buruk dalam soal ujian harian, itu artinya kita diberi teguran rasa sakit sebelum kita gagal dalam ujian. Jika kita bersedih karena tak mempunyai uang di kantong, itu adalah latihan sebelum kita dibuat miskin mendadak ketika kita bergelimang kekayaan.

Bagi mereka yang memiliki iman, ketulusan hati dan akal sehat, tentunya semua hal dilihatnya secara positif. Jadi jelaslah bahwa guncangan dan rasa sakit adalah tahapan teguran, latihan, dan anugrah bagi siapa saja yang mengalaminya. Pedang yang tajam adalah besi yang mau ditempa, dipukul dan di gosok. Jangan takut ketika bersedih, karena air mata akan menyuburkan mata hati dan bunga kebijakan dalam jiwa. Bahkan lebih dari itu, kesedihan adalah tangga menuju pintu kebahagiaan. Bukankah karena jeritan bayi, maka air susu ibu datang, bukankah karena awan menangis,bunga-bunga bermekaran, bukankah karena kepongpong robek, kupu-kupu yang indah segera muncul? Ya..Guncangan, jeritan, air mata, dan rasa sakit adalah kawah candradimuka untuk membuat jiwa seseorang lebih kuat dan siap menghadapi kehidupan...

 Selamat berbahagia...