Minggu, 24 April 2011

Tak Ada Kita...

Perpisahan, sedianya melibatkan dua orang: ia yang tinggal, dan ia yang pergi.
Jadi bayangkan, betapa sepinya perpisahan yang harus dilalui seorang diri.
Seperti berkali-kali, seperti setiap hari, ketika aku mengucapkan selamat tinggal kepada semua. Kepada kenangan. Kepada kita. Kepada rasa yang pernah kita punya, hanya untuk menemukan diriku kembali terdampar di tepian hatimu.

Aku seperti ombak yang hanya surut sebentar, kemudian berdebur kembali dengan kekuatan yang lebih besar untuk memecah tebing yang memagari kita. Hidup di masa lalu itu melelahkan. Tetapi hidup di masa depan tanpamu akan jauh lebih menakutkan. Bahkan hanya untuk sekedar kubayangkan.

Buatku, kita adalah sebuah dunia di sisi lain cermin. Dunia di mana aku bisa jadi diriku sendiri, dan kamu menjadi dirimu sendiri. Kita berbagi mimpi yang tak bisa kita bagi pada orang lain. Kita berbagi sunyi tapi saling menemani. Mengapa pula segala sesuatu harus diberi nama? Bukankah pohon liar yang tumbuh rindang di dalam hutan bisa tetap meneduhkan walau kita tak pernah tahu apa namanya?

"Suatu hari nanti, mungkin aku akan memandangi sosokmu dari kejauhan. Kamu dan dia. Kalian berdiri bersisian, tersenyum,tertawa, menyapa wajah-wajah asing yang memberimu ucapan selamat dan tepukan bersahabat di bahu. Lalu ia meremas jemarimu, dan kamu mencium tangannya."

MESKI LANGIT DI ATAS CERAH, NAMUN LANGIT HATIKU HUJAN

Seharusnya aku sudah terbiasa dengan semua ini. Dengan rasa sakit ini. Dengan rasa perih yang mendesak-desak di balik kelopak mataku ini. Kutengadahkan wajahku ke langit, kemudian kutekan-tekan kelopak mataku untuk mengusir rasa itu pergi. Tetapi rasa itu tak mau hilang dan tetap bertahan. Karena rasa itu tak ada di sana. Pedih itu bukan di mata, tetapi di hatiku. Sejenis ketiadaan akan kamu yang meremukkan segalanya. Menyesakkan..!!

Tetapi akulah yang memilih untuk berada di sini. Hanya untuk melihatmu, bersamanya, di atas rasa sakit yang kini sudah berubah menjadi candu bagiku.
Mungkin memang masa depan memilih untuk melukiskan dirimu, bersamanya. Tertawa di atas impian kita berdua.

Ah, kamu benar..
Tidak ada lagi "kita", bahkan untuk sekerat impian lama yang sejak mula kita bangun berdua. Ini impianmu. Hanya kamu. Dan ada dia di sampingmu, yang berbagi malam bersama kamu.

“Dan memang pada akhirnya, kamu akan memilih seseorang yang akan selalu ada untukmu. Someone you can count on. Seseorang yang bisa membahagiakanmu.”

Jumat, 22 April 2011

Aku Masih Berjalan..

Ya Rabb..
Saat aku dalam kandungan
Aku sudah mulai berjalan
Mengitari dunia kecilku

Tapi aku aman..
Aku tak pernah lelah..
Karena aku dekat dengan jantung ibuku..

Saat aku terlahir ke dunia
Aku melihat dunia yang besar
Tapi aku tak sedikitpun risau
Karena ENGKAU berikan sepasang malaikat untuk selalu menjagaku
Mereka tak akan membiarkan aku sakit
Mereka ada saat aku menangis
Mereka menangkapku saat aku terjatuh
Dan selalu berharap melihat senyumku

Aku pun beranjak dewasa..
Di bawah naungan sayap-sayap itu..
Tapi dunia damai itu harus segera ku tinggalkan..
Aku masuk ke dunia lain..
Dunia yang mulai susah..
Harus mulai belajar bagaimana merawat luka..
Bagaimana supaya aku tidak terjatuh..
Harus belajar berhati-hati..
Agar aku tidak terluka..
Tapi aku masih aman..
Aku masih punya keberanian untuk bersandar di pundak orang tuaku..
Aku terus berkelana dalam hidupku..

Sampailah aku di sebuah dunia
Ku sebut itu dunia rimba
Yang kuat bertahan
Yang lemah akan mati perlahan
Aku mulai tak punya keberanian lagi untuk terus menjadi beban
Aku mulai berusaha untuk berdiri sendiri
Tapi ternyata aku masih lemah
Ku coba terus melangkah
Kadang aku berlari-lari kecil
Sesekali tersandung
Pernah juga terjatuh
Hanya ingin segera sampai pada tujuanku
Tapi tak pernah ku tau dimana ujungnya
Tak pernah ku lihat tepiannya

Semakin lama aku berjalan..
Semakin sunyi aku merasa..
Aku mulai kelelahan..
Terengah-engah..
Tapi aku tetap terus berjalan..
Karena aku memang harus berjalan..

Tapi semakin payah
Semakin sepi
Semakin sendiri
Semakin berat
Seringkali kurendahkan kepalaku dalam sujudku
Diam-diam terisak di balik tawa riangku

Ya Rabb..
Teriakku dalam hatiku..
Aku yang sebesar ini tetaplah seorang anak..
Aku merindukan dunia kecilku..
Yang dekat dengan jantung ibuku..

Tapi ini pilihanku
Dan akupun tetap berjalan
Mencapai satu duniaku yang pasti
Dunia yang ku akan kekal didalamnya
Dunia yang penuh dengan ridho-MU

Ya Rabb..
Aku tidak bertanya..
Kemana aku harus berjalan?
Mengapa aku berjalan?
Dan kapan aku akan berhenti..
Hanya saja...
Kirimkan aku teman untuk berjalan..
Seseorang yang mau bersandar di pundakku..
Seseorang yang punya tujuan sama denganku..
Seseorang yang mau menemaniku setiap langkahku..

DAN MEMERLUKAN AKU DI SETIAP LANGKAHNYA....

Senin, 18 April 2011

Terlalu Banyak Tanya

Mungkin saat seorang anak kecil banyak bertanya, "Kenapa begini? kenapa begitu?" orang-orang akan berkata, "Wah anak ini suatu saat akan tumbuh menjadi orang yang cerdas," Karena ia memerlukan alasan untuk segala sesuatu.

Tapi tidak untuk seorang hamba kepada Pencipta-nya. Jika seorang hamba bertanya pada Rabb-nya, "Kenapa begini? kenapa begitu?" ini bukan suatu bentuk kecerdasan seorang hamba, tapi justru bentuk kedurhakaan seorang hamba.

Allah SWT telah berfirman:
“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Ath-Thalaq: 3)

Apalagi yang harus dirisaukan?? Jika ALLAH SWT sudah berjanji, itu yang akan terjadi. Kita hanya diminta berusaha, dan serahkan semuanya pada ALLAH. Yang bisa mewujudkan semuanya adalah ALLAH SWT, Bukan kita..!! Kita ini hanya pembuat rencana yang TERLIHAT "sempurna" (Padahal rencana kita itu berantakan!!!) tapi ALLAH SWT lah pemegang kuncinya. Dan ALLAH lah pembuat sebaik-baiknya rencana. Kalau DIA berkata "Kun" maka jadilah apa yang DIA kehendaki, tapi kalau tidak, ALLAH lah pemilik segala sesuatu.

Maka sudah seharusnya kita menggantungkan segala harapan kita pada ALLAH, segala urusan kita, keinginan dan harapan kita. Dan Insya ALLAH keinginan, harapan, dan tujuan kita akan tercapai dengan izin ALLAH, sama sekali bukan karena usaha kita sedikitpun.

“Kemudian jika kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.” (Ali Imran: 159)

Dan yakinlah, apa yang terjadi pada diri kita, walau hal terburuk sekalipun, itu adalah yang terbaik untuk kita dari Rabb kita.

Kadang begitu susahnya memberitahu diri ini!!!!! Harus ku hukum dengan apa diri ini supaya ia benar-benar tahu, ALLAH lah Penentu segala sesuatu.

Aku ingin menghapus kata "kenapa" dari memori otakku. Susah banget kayaknya kalo gak tanya "kenapa", termasuk sama diriku. Padahal tidak ada yang pernah terjawab.

Aku gak mau dengan kata "kenapa" ini aku menjadi hamba yang durhaka pada ENGKAU ya Rabb.
Ampuni aku ya Rabb.. Jadikanlah aku seikhlas Nabi Ibrahim as, saat diminta mengorbankan putranya. Sepasrah Nabi Ismail as, yang menyerahkan dirinya untuk disembelih. Sesabar Nabi Ayyub as, dan Segigih Nabi Nuh as saat berdakwah.

Ya Rabb, akulah si pembuat rencana yang gak pernah benar, bimbinglah aku Wahai Sang Pembuat Sebaik-baiknya Rencana.
Ampuni aku ya Rabb..

(tulisan acak-acakan dariku yang sedang marah kepada diri sendiri, yang gak pernah mengerti dan banyak tanya..aku marah n kecewa sama diri sendiri)

Sabtu, 16 April 2011

Sebentar Saja..

Kau tahu..

INGIN KU LEPAS SEMUA…

Tolong!!! biarkan aku kali ini..
Jangan lagi kalian menawarkan tangan-tangan kalian yang lembut, yang selama ini kalian ulurkan. Baik ikhlas ataupun pura-pura ikhlas..

Biarkan aku!!!

Ku ingin duduk disana, tanpa dia, tanpa kau, tanpa semua.
Aku hanya ingin D I A M dan S E N D I R I .!!

Aku sudah benar-benar merasa L E L A H.

Lelah dengan segala topeng yang kupakai, Topeng-topeng yang membuat semua memandang dan menilai aku sebagai orang hebat, bahkan mungkin sempurna.

Aku lelah, ingin sebentar saja menjadi diriku, jujur, bahkan pada diriku. Berhenti dari kepura-puraan yang selama ini mengatakan padaku, bahwa semuanya akan baik2 saja.
Semuanya tak sebaik itu..
Tak baik..
Tak mengalir..
Apalagi sempurna..!!

Biakan aku diam.
Kemudian aku akan kembali.
Setelah aku lelah dengan diamku.
Kembali memakai topeng-topengku lagi.

Tapi yang jelas..
Sekarang aku ingin istirahat.
Menggantungkan topeng-topeng itu di dinding..
Sebentar saja..!!


Aku tahu, ini tak boleh. Akupun belum selemah itu,,aku masih kuat, ALLAH gak pernah meninggalkanku, keluargaku tak pernah meninggalkanku, teman-temanku tak pernah meninggalkanku, dan kalian pun masih ada bersamaku. Akan terus ku pakai topeng itu, Terus berjalan, Terus berpura-pura, Terus bertahan, Terus berusaha. Untuk melakukan yang terbaik dalam hidupku.

Ini hanya tulisan, ungkapan lelahku, bukan keinginanku untuk menyerah atau diam.
Aku akan tetap terus berusaha Insya ALLAH..
Biarkan aku menulis di sini, di tempat dimana aku ingin menjadi “aku”, menanggalkan topengku sebentar saja..!!

Rabu, 13 April 2011

Ingin Pulang...

Setiap hari aku hanya berfikir...
Aku harus bertahan sehari lagi..
Aku sudah lelah di sini...

Semuanya tak membaik...
Diriku pun semakin buruk...
Tak ada yang bertambah...
Tak ada kemajuan...

Kalau bisa aku ingin berteriak...
Aku ingin pulang ke rumahku...
Menjadi diriku yang dulu...
Yang lebih baik...

Sungguh, Aku hanya ingin pulang....

Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan

Hari ini, dimulai dengan bismillah dan sholawat dan diikuti dengan berkali-kalinya terucap dalam hatiku “Fabiayyi a laa I robbikumaa tukadzzibaan” aku ingin sedikit berbagi cerita..

Teringat beberapa tahun lalu saat aku masih sekolah di kejuruan, seorang guruku disana yang sempet ngobrol banyak sama aku menyampaikan dua hal yang memang sangat mendalam banget buat aku dan terus terngiang sampe hari ini, bahkan sampai saat ini juga.

“Sekeras apapun kau melemparkan bola ke dinding, bola itu akan kembali lagi ke arah kita dengan cara yang sama.”
Mungkin bagi para fisikawan hal ini gak bisa diterima, tapi bagiku kalimat sederhana dari orang yang sederhana ini seperti memberi pelajaran buatku. Sederhananya “Kalau kagak mau dicubit ya jangan nyubit.” atau “Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai..”

Yang kedua, dengan begitu yakinnya, beliau berkata setelah bercerita tentang pengalaman hidupnya.“Yakinlah, apa yang pernah kita impikan saat kecil, pasti akan menjadi kenyataan suatu saat nanti, walau mungkin sedikit menyimpang, bahkan mungkin saat kita sudah tidak lagi memimpikannya.Coba renungkan, dan suatu saat kamu akan berkata bahwa apa yang saya bilang ini benar.”

Aku waktu itu cuma bisa merasakan kekuatan keyakinannya,, Tapi belum bisa menemukannya. Tapi setelah merenung, dan flashback ke kehidupanku selama ini, ucapan Subhanallah terus-terusan meluncur dari hatiku saat menyadari satu demi satu impianku terpenuhi. Demi ALLAH.. aku berani berkata, memang kagak ada nikmat ALLAH yang bisa kita dustakan.. Dan inilah cara ALLAH mengabulkan doa hamba'NYA.

Subhanallah...

Jumat, 08 April 2011

Buatlah Lebih Bermakna..

Ketahuilah, proses lahirnya kita ke dunia ini telah “membunuh” ribuan nyawa yang siap lahir ke dunia. Manusia telah membunuh ribuan sperma yang menuju ovum, yang “mereka”, mungkin saja, lebih siap dan bertanggung jawab untuk hidup dari pada kita. Untuk apa waktu itu kita menyingkirkan “sperma – sperma” itu kalau sekarang kita hanya jadi “pecundang” ?

Hidup itu adalah sebuah pilihan. Jika saat ini kita telah hidup di bumi Allah SWT ini, berarti pada saat itu kita telah menerima tawaran dari Allah SWT, dengan perjanjian untuk hidup dan menghadapi apa yang akan terjadi di dunia ini dan segala tantangan yang ada di dalamnya. Dan sudah seharusnya kita konsekuen dengan pilihan kita itu.

Allah SWT berfirman “Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah - Ku”. Itu adalah salah satu wujud dari konsekuenitas kita. Beribadah kepada Allah SWT adalah kewajiban kita. Ingat ! Sesempurna, selama dan sebanyak apapun kita beribadah, derajat Allah SWT tidak akan naik walau satu inchi, dan sebanyak apapun kita melakukan dosa dan kemaksiatan, derajat Allah SWT juga tidak akan turun sedikit pun. Berapa sih “harga” ibadah kita jika dibandingkan dengan ibadah para malaikat yang kerjanya dari mulai diciptakan sampai kiamat kelak kerjanya hanya beribadah dan bertasbih kepada Allah SWT. Tentu tidak ada harganya sama sekali. Jadi sudah seharusnya kita beribadah kepada Allah SWT dengan ikhlas Saat nantinya kita masuk surga itu hanyalah semata – mata rahmat dari Allah SWT.

Selain itu, dalam hidup manusia harus memberikan manfaat untuk orang lain. Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik – baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi orang lain”. Betapa celakanya manusia kalau ia tidak menjadikan dirinya bermanfaat untuk orang lain, bahkan selama hidupnya hanya menjadi beban bagi orang lain. Karena itulah kita harus hidup dengan memberikan manfaat pada orang lain, walau hanya sedikit yang dapat kita lakukan, jika itu kita lakukan dengan ikhlas, tentu akan membawa manfaat yang besar bagi orang lain.

Ali bin Abi Tholib ra berkata : “Ketika kau dilahirkan kau menangis sedangkan orang di sekelilingmu tertawa, maka buatlah ketika kau meninggal kau tersenyum sedangkan orang lain menangis”. Yang dimaksud disini bukanlah supaya kita ditangisi oleh orang lain dan merasa bangga karenanya, tapi itu dimaksudkan bahwa jika orang lain merasa kehilangan atas kepergian kita berarti semasa hidup kita telah memberi manfaat bagi orang lain.

Sesungguhnya itulah hidup. Berusaha sebaik mungkin beribadah kepada Allah SWT, sebaik mungkin menjalin hubungan dengan sesama manusia. Karena untuk itulah sesungguhnya manusia diciptakan.

Untuk itulah wahai manusia mulai sekarang berusahalah untuk menjadi manusia yang “sempurna“. Memang tidak ada manusia yang sempurna kecuali Rasulullah SAW, tetapi kita setidaknya telah berusaha untuk meneladani Beliau SAW. Karena sesungguhnya dalam hidup yang dinilai bukan hasil akhir dari yang kita lakukan, tetapi usaha yang telah kita upayakan dalam kehidupan di dunia ini.

Abah...

Kesederhanaannya membuatku kagum..
Kedewasaannya mengajarkanku bagaimana menjadi Lelaki..
Bagaimana bersabar..
Bagaimana bersyukur..
Bagaimana cara mengerti..
Dan dengannya aku belajar pasrah dan berserah..

Hari-hari yang kulalui kini,
mungkin menjadi hari-hari terbaik..

Aku kagum padanya..
Kerendahan hatinya membuatnya begitu di hormati dan di segani..

SATU DUA KATA DARINYA MEMBERI BANYAK ARTI..


أللَّهُمَّ خَفِّضْ لَهُمَا صَوْتِي، وَأَطِبْ لَهُمَا كَلاَمِي، وَأَلِنْ لَهُمَا عَرِيْكَتِي، وَاعْطِفْ عَلَيْهِمَا قَلْبِي، وَصَيِّرْنِي بِهِمَا رَفِيقاً، وَعَلَيْهِمَا شَفِيق


Di bawah naungan Cinta dan Ridha'NYA..
Ku mohon pada'MU ya Rabb..
Lindungilah Ayahku..
Laki-laki hebat yang biasa ku panggil Abah..

Selasa, 05 April 2011

Hikmah Di Balik Sakit

Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (Al Anbiyaa’: 35).


Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir Al Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan”. (Tafsir Ibnu Jarir).

Kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat dinalar oleh akal manusia.

Sakit Menjadi Kebaikan bagi Seorang Muslim jika Dia Bersabar..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Sakit Akan Menghapuskan Dosa..

Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, ”Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Asy-Syuura: 30).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.” (HR. Muslim)

Sakit akan Membawa Keselamatan dari Api Neraka..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi.” (HR. Muslim)

Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)

Sakit akan Mengingatkan Hamba atas Kelalaiannya..

Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya.

Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, ”Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.” (Al An’am: 42), yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara ta’at dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)

Terdapat Hikmah yang Banyak di Balik Berbagai Musibah..

Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)

Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih).

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Aamiin..

Senin, 04 April 2011

Tentang Waktu

Alarm itu berbunyi lagi..
Ya Satu tahun lagi....

Ya Allah...
Aku, terlahir dari perut sang Ibu tepat di tanggal yang sama 3 Februari 31 Tahun lalu...
Bukan waktu yang sedikit. Proses waktu yang berjalan, pengalaman silih berganti, jalan hidup yang berliku.. terjal.. turun.. naik.. datar.. Subhanallah...

Ujian..
Cobaan..
Kebahagiaan..
Suka..
Duka..
Tangis..
Tawa...

Tahun demi tahun berlalu..
Apa yang telah kuisi?
Sementara jatah hidupku semakin berkurang
Apakah aku telah siap dengan malaikat maut yang setiap saat bisa datang menjemputku?
menjawab pertanyaan 'dimana engkau ingin dikubur' pun sampai sekarang aku belum bisa menjawabnya..

Sementara saat itu adalah PASTI..
Apa yang akan kubawa?
Apakah bekalku selama ini cukup untuk dibawa nanti?
ataukah bekal yang kupersiapkan akan habis di tengah jalan?

Ya Rabb..
Aku mohon padaMu dengan sepenuh hati...
Bimbing hamba ke jalan yang lebih baik.. setiap hari sepanjang hidupku dalam sisa hidupku ini..

Jadikan hamba menjadi hamba-Mu yang selalu melangkah berfikir berucap hanya untuk mencari ridha-Mu

Jadikan aku hamba yang selalu dicintai oleh-Mu.. orang tuaku.. keluargaku.. teman-temanku.. dan orang-orang di sekitarku..

Jadikan aku sebaik-baik hamba yang berguna untuk sebanyak-banyak manusia yang lain..

Jadikan aku orang yang lembut dan rendah hati.. Jauhkan dari sifat keras dan tinggi hati..

Jadikan aku hamba-Mu yang selalu tidak senang akan kebatilan dan kemungkaran.. Jangan jadikan hamba bagian daripadanya sedikitpun.. berikan kekuatan kepada hamba untuk melawannya.. dengan apapun yang hamba bisa..

Jadikan aku hamba yang sabaaaarr... dengan segala ketentuanMu.. dengan segala cobaan-Mu.. dengan segala apapun yang hamba tidak sukai dan tidak hamba harapkan..

Jadikan aku hamba yang selalu bisa bersyukur atas semua karunia-Mu yang tidak terhingga.. dan bisa melihat & mensyukuri sekecil apapun karunia-Mu itu..

Jadikan aku hamba yang hanya mengisi detik hidupnya.. setiap menit.. setiap hari.. hanya untuk beribadah kepada-MU..

Jadikan aku hamba-Mu yang selalu bisa menunaikan kewajiban-kewajiban dengan ikhlas... Kewajiban kepada-Mu.. dan kepada makhluk-makhlukMu..

Jadikan aku hamba-Mu yang hanya menggunakan Al-Quran & Assunnah sebagai tuntunan hidupku.. Jauhkan hal-hal selain dari padanya...

Jadikan aku hamba yang menjadikan Engkau satu-satunya yang hamba cintai.. Cinta kepada selain MU hanyalah sebagai salah satu cinta dari cintaku pada-Mu.. dan sebagai jalan untuk meraih cinta-Mu.. Itupun karena cinta yang Engkau berikan kepada kami sebagai bukti kebesaran-Mu dan cinta Engkau pada kami..

Jadikan aku hamba yang selalu bisa melihat kebaikan orang lain.. dan bisa menutupi keburukan orang lain sebagaimana Engkau selalu menutupi keburukan kami..
Hapus seluruh catatan buruk kami ya Rabb.. jadikan hanya catatan yang baik saja yang ada pada-Mu.. hamba bertaubat dengan sebenar-benar taubat terhadap apapun yang pernah hamba lakukan yang tidak Engkau ridhoi... Ampuni ya Rabb.. tanpa ampunan dan petunjuk-Mu hamba sesat...

Berikan hamba ilmu yang bermanfaat.. agar semakin sadar akan kecilnya hamba dan semakin Besar-Nya engkau ya Rabb..

Berikan cahaya di dalam hati hamba.. penglihatan hamba.. pendengaran hamba.. agar selalu bisa melihat mendengar apapun dari-Mu

Berikan hamba rizki yang luas.. agar bisa mengabdi lebih luas di jalanmu.. Jadikan usaha kami adalah usaha yang barokah.. dan selalu ada dalam jalan-Mu

Engkau Maha Tahu.. Engkau Maha Pengabul Do'a...
Berikan hamba hati yang hanya tertaut pada-Mu..

Jadikan kami hamba yang bisa menguasai emosi kami... Jangan jadikan emosi yang menguasai kami..

Jaga lidah kami.. Agar kami tidak tegelincir kepada nerakaMu karenanya.. Jadikan kami hamba yang bisa mengontrolnya untuk hanya mengeluarkan kata-kata yang baik..

Jaga hati kami ya Rabb yang Maha membolak-balik hati.. agar selalu berada di jalan-Mu..

Jadikan rumah kami adalah baiti jannatii.. rumahku surgaku..

Jadikan akhir hayat kami adalah akhir hayat yang baik.. Husnul Khotimah..

Lapangkan kubur kami.. berikan cahaya di dalamnya..

Lindungi kami dari siksa kubur

Lindungi kami dari fitnah.. fitnah dunia ataupun akhirat..

Berikan kami sebaik-baik tempat kembali ya Allah..

Engkau pemilik kami.. dan Engkau juga pemilik neraka.. lindungi kami daripadanya ya Rabb..

Ya Allah..
Ampunilah kesalahanku, kejahilanku, tingkah berlebihan dalam perkaraku, serta apa yang Engkau lebih tahu dariku.
Ya Allah..
Ampunilah keseriusan dan sikap humorku, ketidaksengajaan dan kesengajaanku, dan seluruh perbuatan seperti itu yang ada padaku.
Ya Allah..
Ampunilah apa yang aku dahulukan dan apa yang aku akhirkan, serta apa yang sembunyikan dan apa yang aku beritahukan, dan Engkau adalah Yang memajukan dan Engkau pula Yang memundurkan, dan Engkau adalah Maha kuasa atas segala sesuatu

Ya Allah, Engkau Rabbku, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu dan aku akan terus berada dalam jalan dan janji-Mu selama aku mampun. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat, dan aku mengakui nikmat yang Engkau berikan kepadaku, dan aku akui pula dosa yang telah aku perbuat, maka ampunilah daku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain daripada Engkau...

Ya Allah...
Jadikanlah umurku yang masih bersisa ini untuk bernilai disisi'Mu. Janganlah dibiarkan aku menyiakan umur ku ini..dan sudilah kiranya untuk meletakkan namaku ini dalam senarai penghuni syurga'Mu…Aamiin.

"Ya Allah, jadikanlah kebaikan itu pada penghujung umurku. Ya Alloh jadikanlah kesudahan amalku itu adalah ridho-Mu. Ya Allah jadikanlah saat yang terbaik bagiku adalah ketika aku menemui-Mu.”(HR. Thabrani)

Ya Allah...
Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar menumbuhkan rasa cinta kepada-Mu dalam dadaku, kecintaan terhadap orang yang mencintai-Mu, dan kecintaan terhadap amal yang mendekatkan aku kepada cinta-Mu. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada junjungan Rasululloh SAW, keluarga, dan para sahabat serta umatnya yang tetap istiqomah hingga akhir nanti.


Ya Allah...
Terlalu naïf rasanya jika hamba-Mu ini selalu mengeluh, merasa kurang padahal begitu banyak nikmat yang telah engkau berikan padaku.
Ya Allah, sesungguhnya hitungan nafas telah Kau tetapkan, alangkah meruginya aku yang telah menyia-nyiakannya, maka bimbinglah hambamu ini dalam mengemban amanah usia ini, ampunkan dosa-dosa yang telah hamba lakukan Ya Ghofur, jadikan saat-saat yang terbaik dalam kehidupanku adalah saat bermunajat dengan-Mu...

Duhai Rabbi…bantu hamba menjadi pribadi yang lebih baik lagi dimasa kini dan yang akan datang………

Engkau Maha Pengabul Do'a
Engkau Maha Mendengar dan Maha Melihat Ya Allah..
Kabulkan doa hamba ya Rabb..
Juga doa-doa keluarga hamba..
teman-teman hamba..
kaum muslimin & muslimat yang juga berdoa kepada-Mu ya Rabb..


Alhamdulillahi Rabbil Alamin...
Semoga dalam keheningan dapat kuraih hidayah dan cinta-MU dalam sujud ini…
Amiin ya rabbal ‘alamiin

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. " (Al-Imran:185)

Belajar dari Kesalahan


Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan.
Semua orang pernah keluar dari jalur yang telah ia pilih sebagai jalan hidupnya. Namun cukuplah satu kali kesalahan itu menjadi pembelajaran yang bermakna, yang justru akan menjadikan kita sebagai manusia yang "tak akan pernah salah lagi".

Orang cerdas akan menjadikan kesalahan sebagai referensi sekaligus motivasi
agar ia tak pernah jatuh pada lubang yang sama. Ia juga akan menjadikannya sebuah tantangan, jikalau ia mampu menepis segala keraguan dunia untuk mengatasi, atau bahkan menaklukkan kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat.
Konsekuensi logisnya, ia akan mampu menjadi luar biasa justru dari kesalahan itu. Kesalahan adalah guru yang paling efektif untuk membina seseorang.

Banyak fakta menunjukkan, terbentuknya seseorang menjadi manusia yang hebat adalah karena ia telah mengalami “penderitaan” terlebih dahulu.
Penderitaan di sini harus dimaknai dengan lebih luas. Penderitaan di sini
lebih menjurus kepada sikap mental yang gigih dan pekerja keras, selalu
bersedia mengalami masalah karena justru dari sanalah kematangan yang
sebenarnya akan didapatkan.

Nada sumbang dapat datang dari mana saja,bahkan dari seorang yang sangat
dekat dengan kita. Langkah paling bijak untuk menyikapinya adalah dengan menutup mata terhadap suara-suara tersebut, kecuali yang membuat kita menjadi lebih baik.

Orang tak akan pernah lelah untuk mengomentari segala hal yang kita lakukan.
Mereka hanya akan berhenti jika kita telah membuktikan kalau kita berhasil
mencapai apa yang menjadi tujuan kita.

Karena itu, memendam segala mimpi dalam hati adalah solusi terbaik.!!

Hancurkan Zionis

Semaleman datang ke acara yang bahas tentang Palestina... Dengerin cerita tentang tragedi disana...
Ya ALLAH Begitu terdzholiminya saudara kita disana...

Yang buat ana merinding itu ucapan narasumbernya, dia bilang: (kurang lebihnya)
"Betapa nikmatnya saat orang makan ayam di Mc Donald, mematah-matahkan tulangnya, sebagaimana zionis mematah-matahkan tulang anak-anak kecil di Palestina."

Yang kedua, si nara sumber mengutip ucapan salah satu dari pejuang Ghaza, yang kurang lebih isinya:

"Kami telah dipilih oleh ALLAH SWT untuk menjadi benteng kaum muslim... Kami korbankan diri kami, harta kami, anak-nak dan keluarga kami untuk melindungi masjid Al-Aqso, kiblat pertama umat Islam...
Sungguh!!! Jikalau kami gugur sebagai syahid dan anda semua terus membisu, kami akan tuntut balas atas kebisuan kalian semua. Kami tidak akan ridho atas semua ini dan kami akan menuntut balas pada Allah dan kami tidak akan memaafkan."

Wallahua'lam...

Tapi jika itu benar-benar diucapkan oleh rakyat Palestina... Astaghfirullahal'adziim...

Beranikah kita mempertanggungjawabkan kebisuan kita sekarang ini.??
Bisakah kita mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang kita keluarkan untuk membantu zionis, dengan membeli produk-produk mereka.??

Ya menghindari 100% mungkin gak akan bisa, tapi sebisa mungkin, hindarilah...!!
Paling tidak, ingat satu hal:
Setiap kita mengeluarkan rupiah untuk membeli barang-barang zionis, kita akan terus melihat air mata dari anak-anak kecil dan orang-orang tua di Palestina... Dan mungkin saja mereka akan benar-benar meminta pertanggungjawaban kita..!!!

Satu Menit Saja

Aku,, benar-benar ingin ada disampingnya saat ini..

Satu jam saja..

Atau satu menit saja..

Untuk sekedar melihat senyumnya..

Hanya itu saja, tak lebih..!!

Ketika Kesulitan Mendera

Saya sangat-sangat capek. Tetapi saya yakin masih ada yang lebih capek dan terbebani. Hidup ini katanya tak bermakna jika tak ada beban, maka insan biasanya akan mencari beban itu.
Tetapi ketika dipertemukan dengan beban dan kesibukan, maka didapatinya dirinya menjadi sesak karena terhimpit beban yang berat.

Manusia tidak mampu menakar kekuatannya sebenar-benarnya, tetapi Allah Maha Tahu berapa berat beban yang harus ditanggung oleh setiap jiwa. Karenanya orang yang memilih jalan pintas dengan bunuh diri karena beban hidup, tidak meyakini-Nya bahwa Dia Maha Pengatur yang terbaik.

Untuk rasa sakit, ada kesembuhan. Untuk penyakit, ada obat. Untuk haus, ada air. Untuk kesulitan, ada kelapangan. Dalam kesempitan, ada kebahagiaan. Dalam gelap, pasti akan ada cahaya terang.
Api yang menghimpit Ibrahim Al Khalil, bisa menjadi mudah dan dingin.
Lautan di hadapan Musa AS bisa terbelah dan digunakan untuk berjalan.
Yunus Bin Matta AS, akhirnya keluar dari tiga gulita, karena kasih sayang Alloh Al Jaliil ( Yang Maha Mulia ).
Rasulullah Al Mukhtar ( yang Terpilih ) pernah berada di dalam gua, dikelilingi oleh para kuffar. Hingga berkata Abu Bakar Ash Shiddiq ra, "Sesungguhnya orang-orang kafir hanya berjarak beberapa jengkal. Kami khawatir bila terjadi kehancuran".

Rasulullah SAW sang pemilik keyakinan dengan penuh ketegasan bersabda,

"Sesungguhnya Allah bersama kita. Dia mendengarkan kita. Diamelindungi kita. Sebagaimana Dia telah menghimpun kita.
Katakanlah kepada orang yang tenggelam dalam putus asa dan telah terjatuh. Kepada orang yang telah patah arang dan terpuruk."

Kepada orang yang ternodai pemahamannya dalam masalah taqdir. Bekerjalah dan beramallah, sesungguhnya Allah SWT justru menurunkan hujan setelah manusia putus asa terhadap hujan.

Adalah Bilal pernah terkapar di atas tanah tandus, tapi dialah yang kemudian menaiki Ka'bah Baitullah untuk mengumandangkan seruan adzan. Dialah yang memperdengarkan bumi dengan suara langit.
Adalah Yusuf AS pernah lama terpenjara di balik jeruji besi. Tapi kemudian ia bisa menjadi seorang Raja Mesir setelah Al' Aziz.
Adalah Umar Bin Khattab ra seorang penggembala kambing di Mekkah. Lalu dialah orang yang bisa menebarkan keadilan dalam masa kekuasaannya. Lalu namanya terpahat di baju besi. Dan dialah yang memotong tali pelanggaran. Dia juga yang suaranya
menggelegar menghentak penguasa tirani.

Allah SWT pasti akan menciptakan kemudahan setelah kesulitan.
Tidakkah kita tahu, sesungguhnya pasti ada keadaan lain yang Allah berikan setelah kesulitan? Allah SWT yang mematahkan tali pengikat orang-orang yang terpenjara di jeruji para penguasa otoriter.
Apakah kita mendapati seorang tahanan selamanya berada didalam penjara yang gelap ?
Tidak ada bencana yang terus menerus terjadi. Karena di sana ada Allah SWT Yang Maha Sendiri dan satu-satunya Tempat Meminta.

Siapapun yang melazimkan istighfar, maka Alloh SWT akan menjadikan jalan keluar dari setiap kesulitannya . Allah SWT yang akan memberinya jalan penyesalan terhadap setiap kegundahannya.
Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah, tidak ada daya dan upaya kecuali Allah SWT.
Dengan kalimat itu, segala beban mampu terpikul, semua kengerian bisa terlewati, seluruh keadaan bisa lebih baik, lebih melapangkan pikiran dan menambahkan rasa ridho kepada Allah Al Jalal.

Seringkali kita berputus asa tatkala kesulitan atau mengalami cobaan.
Padahal Allah telah memberi janji bahwa di balik kesulitan pasti ada jalan keluar yang begitu dekat.

Dalam Surat Asy-Syarh, Allah SWT berfirman :

“ Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
[ QS Asy-Syarh (94) : 5 ].

Ayat inipun di ulang setelah itu :

“ Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
[ QS Asy Syarh (94) : 6 ].

Karena Allah sudah menjanjikan pertolongan, maka tidak ada cara lain, sebelum dan setelah usaha yang maksimal, selain memohon kepada-Nya berharap datangnya keringanan, kelancaran dan bertambahnya kesabaran.

Aamiin...

Islam dan Hujan


Hujan..
ternyata banyak pesan yang dapat kita
ambil dari sekedar turunnya hujan, dari sekedar tetesannya yang
dapat menghidupi jutaan mahkluk yang ada di dunia ini. Hujan
dengan tetesannya, tidak pernah memilih-milih tempat dimana dia
akan jatuh. Dia senantiasa jatuh dan turun menyirami tanah dimana
saja ..

Tetesan hujan, dia akan senantiasa jatuh pada sebuah
rumah yang megah, dan dia senantiasa dengan senang jatuh pada
sebuah rumah yang kumuh. Dia akan senantiasa jatuh pada
pelataran rumah seorang yang Alim, tapi .. dia pun tidak keberatan
untuk jatuh pada pelataran seorang rumah penjahat. Dia akan
menetes pada sebuah daun yang hijau, dan dia akan senantiasa
ikhlas jatuh pada sebuah ranting yang kering.
Dia akan jatuh membasahi rumput yang hijau, dan dia akan membasahi pula
sebuah got yang kotor.

Hujan adalah rahmat Allah untuk sekalian
alam. Dengan sifatnya dia menghidupi semuanya. Tanpa pilih
tempat untuk membasahi permukaan bumi.
Terus, Makna apa lagi yang tersirat dalam tiap tetes hujan tadi?

Yaa..selain rahmat Allah dengan segala sifat-Nya yg tidak terbatas pada semua mahkluk, juga..Islam..!!

Islam rahmatan lil Al'amiin..

Yup, Islamlah tiap tetes air hujan itu!
Islamlah rahmat itu..!!
Islam turun untuk semua umat manusia..

Dia datang bukan untuk siapa-siapa, dia datang bukan untuk menjadi
hak milik prerogratif segelintir kaum atau orang.
Islam untuk sekalian alam.!!

Yahhh..seperti tetesan hujan itu..
Dimanapun, siapapun dia..berhak untuk mengecap rahmat yang Allah berikan.

Tentang Dunia



Kondisi dunia ini penuh kenikmatan , banyak pilihan, penuh
rupa, dan banyak warna. Semua itu bercampur baur dengan
kecemasan dan kesulitan hidup. Dan kita adalah bagian dari dunia
yang berada dalam kesukaran. Kita tidak akan pernah menjumpai
seorang ayah, istri, suami, kawan, tempat tinggal, atau pekerjaan
yang padanya tidak terdapat sesuatu yang menyulitkan. Bahkan
kadang kala justru pada setiap hal terdapat sesuatu yang buruk dan
tidak kita sukai. Maka dari itu, padamkanlah panasnya keburukan
pada setiap hal itu dengan dinginnya kebaikan yang ada padanya itu
kalau kita mau selamat dengan adil dan bijaksana. Pasalnya,
betapapun setiap luka pasti ada harganya.

Allah SWT menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya
dua hal yang saling berlawanan, dua jenis yang saling bertolak
belakang, dua kubu yang saling berseberangan dan dua pendapat
yang saling berseberangan. Yakni, yang baik dengan yang buruk,
kebaikan dengan kerusakan, kebahagiaan dengan kesedihan. Dan
setelah itu, Allah akan mengumpulkan semua yang baik, kebagusan
dan kebahagiaan itu di surga. Adapun yang buruk, kerusakan dan
kesedihan akan dikumpulkan di neraka. “Dunia ini terlaknat dan
terlaknat semua yang ada didalamnya, kecuali dzikir kepada Alloh dan
semua yang berkaitan dengannya, seseorang yang ‘alim dan
seseorang yang belajar”, begitu hadits berkata.

Maka, jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang
ada. Jangan larut dalam khayalan. Dan, jangan pernah menerawang
ke dalam imajinasi. Hadapi kehidupan ini apa adanya, kendalikan jiwa
kita untuk dapat menerima dan menikmatinya. Bagaimanapun tidak
mungkin semua teman tulus kepada anda dan semua perkara
sempurna dimata kita. Sebab ketulusan dan kesempurnaan itu ciri
dan sifat kehidupan dunia.

Adalah seyogyanya bila kita merapatkan barisan,
menyatukan langkah, saling memaafkan dan berdamai kembali,
mengambil hal-hal yang mudah kita lakukan, meninggalkan hal-hal
yang menyulitkan, menutup mata dari beberapa hal untuk saat-saat
tertentu, meluruskan langkah, dan mengesampingkan berbagai hal
yang mengganggu. Sungguh betapa banyak penderitaan yang
terjadi, betapa banyak pula orang-orang yang sabar menghadapinya.

Maka kita bukan hanya satu-satunya orang yang mendapatkan
cobaan, mungkin saja penderitaan atau cobaan kita tidak seberapa
dengan cobaan orang lain. Maka dari itu, hadapilah hidup ini apa
adanya. Dan yakinkan kita mampu menghadapinya. Apapun yang
terjadi pada diri kita, jangan gegabah, konsentrasi. Karena segala
cobaan hidup adalah bunga kehidupan dan banyak jalan untuk dapat
menyelesaikannya. Jangan dulu pesimis alam menghadapinya.
Karena sang Pencipta tidak mungkin memberikan cobaan pada
hambanya dengan lebih berat dari kemampuannya.

Perempuanku..

perempuanku, apa kabar mu hari ini?…
harapku, kamu baik-baik saja dan bahagia selalu…

perempuanku, apa mendung masih menggantung dalam hatimu?
harapku, tak ada mendung apalagi hujan, tapi pelangi yang menghiasi hati dan harimu…

perempuanku, maafkan aku…
maafkan, aku tidak bisa hadir untuk mu dihari itu..
tak bisa menemanimu saat itu…
menghapus tetesan air matamu..
merengkuhmu dalam pelukanku..

perempuanku, pada semesta kamu aku titipkan…
pada Tuhanku kamu aku pasrahkan..

Semoga kamu Bahagia dengannya, meskipun aku yakin..

AKU JUGA MAMPU MEMBAHAGIAKANMU...

Sujud

Saatnya sudah tiba. Lebih dari dua jam lelah mendera mata. Begitu juga jemari ini, mulai terasa kaku. Pinggang dan punggung juga terasa sangat pegal.

Aku meninggalkan kepenatanku di atas meja, berjalan menuju tempat air berada. Melepas penutup kepala dan berniat untuk membersihkan diri. Selesai membasuh sesuai rukun dan tuntunan aku menghadap.

Ruangan yang luas ini menyajikan kelapangan di hati. Ruang yang penuh sesak dipenuhi rekan yang bertujuan sama ini terasa sangat lega di hati.

Aku memulai, melafalkan kebesaranNya . Dan setelah meletakkan sujud ini di bawah, aku merasakan nikmat yang luar biasa. Ya, duduk diantara dua sujud.

Meski tidak melakukan pekerjaan dengan berdiri atau jadi kuli, meletakkan diri pada kursi membawa rasa kelelahan yang teramat sangat. Dan saat meletakkan diri dalam posisi duduk dibawah, itu sangat luar biasa.

Alhamdulillah, aku selalu merasa nyaman saat berada diantara dua sujud.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَعَافِنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَارْفَعْنِي.

“Ya Allah ampunilah dosaku berilah rahmat kepadaku tunjukkanlah aku {ke jalan yg benar} cukupkanlah aku selamatkan aku {tubuh sehat dan keluarga terhindar dari musibah} berilah aku rezeki dan angkatlah derajatku.”

Mari lebih memaknai setiap gerakan dengan bacaan yang terusap dari lisan. Semoga kita terus diingatkan atas keberadaan dan kebesaranNya..

Minggu, 03 April 2011

Maafkan aku Yaa Robb..

Ya ALLAH...
Maafkan hamba-Mu yang suka mengeluh ini...
Maafkan hamba-Mu yang jarang bersyukur ini..
Padahal begitu banyak rahmat yang aku terima dari Mu, Ya Robb...
Aku mungkin terlalu lama menatap atas...
Sehingga aku lupa dengan apa yang ada di bawah...

Ya ALLAH...
Aku disini masih dalam selimut tebal...
Tak melihat apa yang terjadi disana...
Aku tak mendengar suara anak-anak yang merintih...
Air mata mereka yang terus mengalir...
Aku tak mencoba mengerti air mata yang menetes dari para ibu yang tidak bisa menyusui anaknya lagi...
Seolah-olah aku tak tahu...
Tapi sebenarnya aku tak peduli...

Ya ALLAH...
Ampuni aku...
Sampaikan permintaan maafku pada mereka...
Jangan biarkan mereka menuntutku kelak karena kebisuanku ini...
Sungguh ya ALLAH aku tak mampu...

Ya ALLAH...
Aku melihat..
Engkau telah membagikan surga untuk mereka...
Dengan kesabaran dan kegigihan mereka...
Lalu masih adakah surga untuk ku ya ALLAH...

Ya ALLAH...
Jalanku begitu mudah dibanding mereka...
Tapi aku masih saja mengeluh...
Ya ALLAH...
Bisakah aku meraih surga itu?

(Ya ALLAH, imanku masih sangat rendah, aku beribadah untuk memohon ridho-MU, tapi aku masih takut pada neraka-MU... Maafkan aku Ya ALLAH... Sungguh ya ALLAH, aku merindukan bisa merasakan manisnya sholat dan membaca Al-Qur'an... Tapi usahaku tak sebesar keinginanku... Ya ALLAH, tolong buatlah badanku tak mudah lelah, pikiranku tenang, sehinggam aku bisa beribadah pada-Mu sebaik-baiknya... )

Sampai Detik Ini..

Bangun di pagi ini memberi nuansa baru buatku.. Ribuan syukur kupanjatkan pada Robb-ku, Atas segala nikmat dan karunia.
Aku tahu, usiaku berkurang setiap detiknya. Tapi di hari ini, ku semakin sadar,Aku semakin dekat pada asalku,, Dari tanah dan akan kembali ke tanah.

31 tahun yang lalu seseorang ibu mempertaruhkan nyawanya, hanya untuk melihatku di dunia,, tumbuh, dan menjadi penghias matanya. Tak pantas ku sia-siakan semuanya.

JANGANKAN NYAWANYA, KERINGATNYA PUN TAK AKAN MAMPU KU BALAS

Hari demi hari, Dia menyiramkan kehangatan padaku. Sakit karena aku, Menangis karena aku. Sampai hari ini, Dia masih menangis dan sakit untukku.. Doa yang ia panjatkan setiap malam, Hanya untuk kebahagiaanku, Bukan dirinya..

Alhamdulillah,, Puji syukur pada Robb-ku,, Maha benar firman ALLAH:
“Maka nikmat Rabb mu yang manalagi yang akan kamu dustakan?”

Aku.. hari ini kembali merenungkan kehidupanku. Betapa ALLAH telah memberiku kesempatan dari tahun ke tahun. Untuk sebenarnya, memperbaiki kesalahan2ku di masa lampau. Tapi aku lengah, terlena dengan duniaku, lupa dengan asalku,, terlena dengan lembutnya tangan-tangan yang membelaiku, terbuai dengan ambisi duniaku.
Aku mengingat duniaku lebih banyak dari akhiratku, Padahal Robb-ku terus menerus mengingatkanku..

Hari ini.. Ku mohon pada Robb-ku, untuk menghidupkan hatiku, meneranginya dengan cahaya iman. Ku mohon pada Robb-ku, untuk memberiku ketenangan hati, kesehatan, kemampuan. Bukan untukku.. Tapi, walau tak mungkin, untuk membalas segala karunia-NYA. Dengan melakukan yang terbaik dalam hidupku, mejadikan diriku ini bermanfaat bagi orang tuaku, dan semua orang.
Menjadi orang yang bisa membuat Rosul-ku tersenyum dan melihatku..
Aamiin..

Wanita Ahli Neraka & Ciri-cirinya

Golongan Wanita Yang Di Siksa Dalam Neraka "Abdullah Bin Masud r.a. meriwayatkan bahawa Nabi s.a.w. bersabda : "Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah s.w.t. mencatat baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari sang surya akan memintakan ampunan baginya, dan Allah s.w.t. mengangkat seribu derajat untuknya." (H.R. ABU MANSUR DIDALAM KITAB MASNADIL FIRDAUS)
Ali r.a. meriwayatkan sebagai berikut : Saya bersama-sama Fathimah berkunjung kerumah Rasulullah, maka kami temui beliau sedang menangis. Kami bertanya kepada beliau: "Apakah yang menyebabkan engkau menangis wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Pada malam aku di Israkan ke langit, saya melihat orang-orang yang sedang mengalami penyiksaan, maka apabila aku teringat keadaan mereka, aku menangis."

Saya bertanya lagi, "Wahai Rasulullah apakah engkau lihat?" Beliau bersabda:
1. Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih.

2. Wanita yang digantung dengan lidahnya serta tangan dicopot dari punggungnya, aspal mendidih dari neraka dituang ke kerongkongnya.

3. Wanita yang digantung dengan buah dadanya dari balik punggungnya, sedang air getah kayu Zakum dituangkan ke kerongkongnya.

4. Wanita yang digantung, diikat kedua kaki dan tangannya kearah ubun-ubun kepalanya, serta dibelit dan dibawah kekuasaan ular dan kala jengking.

5. Wanita yang memakan badannya sendiri, serta dibawahnya tampak api yang berkobar-kobar dengan hebatnya.

6. Wanita yang memotong-motong badannya sendiri dengan gunting dari neraka.

7. Wanita yang bermuka hitam serta dia makan usus-ususnya sendiri.

8. Wanita yang tuli, buta dan bisu didalam peti neraka, sedang darahnya mengalir dari lubang-lubang badannya (hidung, telinga, mulut) dan badannya membusuk akibat penyakit kulit dan lepra.

9. Wanita yang berkepala seperti kepala babi dan berbadan himmar (keledai) yang mendapat berjuta macam siksaan.

10. Wanita yang berbentuk anjing, sedangkan beberapa ular dan kala jengking masuk melalui duburnya atau mulutnya dan keluar melalui duburnya, sedangkan malaikat sama-sama memukuli kepalanya dengan palu dari neraka.

Maka berdirilah Fatimah seraya berkata, "Wahai ayahku, biji mata kesayanganku, ceritakanlah kepadaku, apakah amal perbuatan wanita-wanita itu." Rasulullah s.a.w. bersabda : "Hai Fatimah, adapun tentang hal itu :

1. Wanita yang digantung dengan rambutnya kerana tidak menjaga rambutnya (di jilbab) dikalangan laki-laki.

2. Wanita yang digantung dengan lidahnya, kerana dia menyakiti hati suaminya, dengan kata-katanya."

Kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda : "Tidak seorang wanita pun yang menyakiti hati suaminya melalui kata-kata, kecuali Allah s.w.t. akan membuat mulutnya kelak dihari kiamat selebar tujuh puluh dzira kemudian akan mengikatkannya dibelakang lehernya."

3. Adapun wanita yang digantung dengan buah dadanya, kerana dia menyusui anak orang lain tanpa seizin suaminya.

4. Adapun wanita yang diikat dengan kaki dan tanganya itu, kerana dia keluar rumah tanpa seizin suaminya, tidak mandi wajib dari haid dan dari nifas (keluar darah setelah melahirkan).

5. Adapun wanita yang memakan badannya sendiri, kerena dia bersolek untuk dilihat laki-laki lain serta suka membicarakan aib orang lain.

6. Adapun wanita yang memotong-motong badannya sendiri dengan gunting dari neraka, dia suka menonjolkan diri (ingin terkenal) dikalangan orang banyak, dengan maksud supaya mereka (orang banyak) itu melihat perhiasannya, dan setiap orang yang melihatnya jatuh cinta padanya, karena melihat perhiasannya.

7. Adapun wanita yang diikat kedua kaki dan tangannya sampai keubun-ubunnya dan dibelit oleh ular dan kala jengking, kerana dia mampu untuk mengerjakan sholat dan puasa, sedangkan dia tidak mau berwudhu dan tidak sholat dan tidak mau mandi wajib.

8. Adapun wanita yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti keledai (himmar), karena dia suka mengadu-domba serta berdusta.

9. Adapun wanita yang berbentuk seperti anjing, kerana dia ahli fitnah serta suka marah-marah pada suaminya.

Dalam sebuah hadis Rasulullah S.A.W. bersabda : empat jenis wanita yang berada di surga dan empat jenis wanita yang berada di neraka dan beliau menyebutnya di antara empat jenis perempuan yang berada di surga adalah :

1. Perempuan yang menjaga diri dari berbuat haram lagi berbakti kepada Allah dan suaminya.
2. Perempuan yang banyak keturunannya lagi penyabar serta menerima dengan senang hati dengan keadaan yang serba kekurangan (dalam kehidupan) bersama suaminya.
3. Perempuan yang bersifat pemalu, dan jika suaminya pergi maka ia menjaga dirinya dan harta suaminya, dan jika suaminya datang ia mengekang mulutnya dari perkataan yang tidak layak kepadanya.
4. Perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya dan ia mempunyai anak-anak yang masih kecil, lalu ia mengekang dirinya hanya untuk mengurusi anak-anaknya dan mendidik mereka serta memperlakukannya dengan baik kepada mereka dan tidak bersedia kawin karena khawatir anak-anaknya akan tersia-sia (terlantar).

Kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda : Dan adapun empat jenis wanita yang berada di neraka adalah :

1. Perempuan yang jelek (jahat) mulutnya terhadap suaminya, jika suaminya pergi, maka ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminnya datang ia memakinya (memarahinya).
2. Perempuan yang memaksa suaminya untuk memberi apa yang ia tidak mampu.
3. Perempuan yang tidak menutupi dirinya dari kaum lelaki dan keluar dari rumahnya dengan menampakkan perhiasannya dan memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik perhatian kaum lelaki).
4. Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan, minum dan tidur dan ia tidak senang berbakti kepada Allah, Rasul dan suaminya.

Oleh karena itu seorang perempuan yang bersifat dengan sifat-sifat (empat) ini, maka ia dilaknat termasuk ahli neraka kecuali jika ia bertaubat. Diceritakan dari isteri Khumaid As-sa-idiy bahwa ia datang kepada Rasulullah S.A.W. lalu berkata : "Hai Rasulullah sesungguhnya aku senang mengerjakan sholat bersamamu". Beliau berkata : "Aku mengerti bahwa engkau senang mengerjakan sholat bersamaku, akan tetapi sholatmu di tempat tidurmu itu lebih baik dari pada sholatmu dikamarmu dan sholatmu dikamarmu lebih baik dari solatmu dirumahmu dan sholatmu dirumahmu lebih baik daripada solatmu di mesjidku". (Bagi lelaki sangat dituntut sembahyang berjemaah di mesjid)

Rasulullah S.A.W. bersabda : "Sesungguhnya yang lebih disukai sholatnya perempuan oleh Allah ialah yang dilakukan pada tempat yang amat gelap dirumahnya".

Diceritakan dari Aisyah r.a. : "Pada suatu ketika Rasulullah S.A.W. duduk di masjid, tiba-tiba masuklah seorang perempuan dari suku Muzainah yang memakai pakaian yang terseret-seret ditanah untuk perhiasan pada dirinya di dalam masjid". Maka Rasulullah S.A.W. bersabda : "Wahai manusia laranglah isteri-isterimu dari memakai perhiasan dan memperindah gaya berjalan di dalam masjid. Kerana sesungguhnya kaum Bani Israil itu tidak dilaknat hingga mereka memberi pakaian isteri-isteri mereka dengan pakaian perhiasan dan mereka berjalan dengan gaya sombong di dalam masjid".

Ibnu Abas r.a. meriwayatkan juga bahwa Rasulullah S.A.W. bersabda : "Apabila seorang wanita keluar rumahnya dengan mempesolek dirinya serta memakai bau-bauan (sedang suaminya redha akan berbuatan yang demikian itu), maka dibangunkan untuk suaminya pada setiap langkahnya sebuah rumah di neraka."

Sabda Rasulullah S.A.W. lagi yang bermaksud : "Jihad seorang wanita ialah taatkan suami dan menghiaskan diri untuknya."

Isteri tidak wajib taat perintah dan arahan suami, apabila perintah dan arahan itu bertentangan dengan hukum Allah S.W.T.

Imam Al-Ghazali menegaskan : "Seorang isteri wajib mentaati suami sepenuhnya dan memenuhi segala tuntutan suami dari dirinya sekiranya tuntutan itu tidak mengandungi maksiat."

Sumber : Rangkuman dari berbagai Kitab

Empat Golongan Lelaki

Di akhirat nanti, ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah :

1. Ayahnya

Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar shalat, mengaji dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

2. Suaminya

Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak-tanduk isterinya. Bergaul bebas di luar, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram. Apabila suami berdiam diri walaupun dia seorang alim, seperti tidak pernah lalai shalat, puasa tidak ketinggalan. Maka dia akan turut ditarik oleh isterinya.

3. Abang-abangnya

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga saudara wanita jatuh ke pangkuan abang-abangnya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik perempuannya dibiarkan melenceng dari ajaran ISLAM, tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

4. Anak Lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram dari Islam, bila ibu berbuat kemungkaran, pengumpat, & sebagainya, maka anak itu akan ditanya dan diminta pertangungjawabannya di akhirat kelak.

Maka kita lihat betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat, maka kaum lelaki yang bergelar ayah atau suami atau abang atau anak harus memainkan peranan mereka.

Firman Allah SWT; “Hai anak adam peliharalah diri kamu serta ahlimu dari api neraka dimana bahan pembakarnya ialah manusia, jin dan batu-batu…”

Harga seorang muslim adalah sangat berharga. Allah SWT nilaikan seseorang
muslim dengan SYURGA, semua kaum muslim dijamin masuk syurga (siapa pun yang mengucapkan kalimah tauhid), oleh karena itu janganlah kita membuang atau tidak mengindahkan janji dan peluang yang Allah SWT berikan pada kita.

Semua Ada Saatnya

Pernahkah kita jatuh ke tempat yang paling dalam hingga kita sendiri tak yakin dapat bangkit kembali? Pernahkah kita kecewa karena semua orang terdekat pergi meninggalkan di saat kita sedang berada dalam kemalangan? Pernahkah kita marah karena teman-teman kita hanya hadir di saat suka? Di saat kita tertimpa bencana, mereka justru menganggap kita menderita penyakit yang menular dan menceritakan keburukan-keburukan kita di belakang? Pernahkah kita merasa sendiri, kedinginan, dan ketakutan, bagaikan bayi telanjang yang rindu akan dekapan hangat orang tuanya? Pernahkah kita tidur meringkuk di pojok ruangan sambil menangis dan tak yakin dapat menghadapi hari esok? Pernahkah kita selalu berdoa namun dunia seakan terus menekan dada kita hingga terasa sesak kehabisan nafas? Di saat itulah titik terendah dalam hidup kita, sekaligus dapat menjadi titik balik dari keimanan kita.

Hal-hal seperti itulah yang mungkin pernah kita alami saat mengalami musibah yang teramat berat.

Tapi cobalah lihat bagaimana Allah menciptakan alam di sekeliling kita. Perhatikan bagaimana matahari selalu mengitari bumi dan malam menggantikan siang. Mereka selalu tepat waktu. Allah selalu tepat waktu. Malam akan digantikan oleh siang, demikian pula musibah pun selalu ada akhirnya.

Bagaimana mungkin kita memohon munculnya Matahari disaat malam tiba? Atau memohon munculnya Rembulan di saat Matahari sedang tinggi-tinginya? Bagaimana mungkin Allah mengabulkan doa yang tidak sesuai dengan ketetapan-Nya?

Setiap kejadian selalu ada waktunya, dan musibah selalu ada akhirnya. Semuanya akan datang dan berakhir di waktu yang tepat. Tidak dapat dimajukan atau dimundurkan sebagaimana malam akan digantikan oleh siang.

Kita sering terbuai oleh berbagai cerita indah di media cetak ataupun elektronik tentang seseorang yang mengalami musibah kemudian mendapatkan mukjizat sehingga musibahnya segera berakhir dengan cepat. Bahkan dalam hitungan menit. Kemudian kita pun berharap mukjizat tersebut menjadi kenyataan kepada diri kita. Lalu kita berdoa agar semua kesulitan kita diangkat secepatnya. Namun apa yang terjadi bila Allah menangguhkan doa kita? apakah kita merasa kecewa kepada-Nya?

Bila memang sudah takdirnya musibah itu berakhir maka tentu akan berakhir. Sebagaimana fajar akan menggantikan malam. Bila belum saatnya, maka kita tak dapat memajukannya atau memundurkannya. Sebagaimana kita memohon rembulan di saat matahari sedang berada di tinggi langit. Adalah sifat manusia yang menginginkan segala sesuatu terjadi dengan cepat dengan tergesa-gesa. Sebagaimana kita menghendaki harta besar dengan waktu yang cepat, dan musibah berupa kesulitan untuk berakhir dengan cepat pula.

"Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa". (Q.S.Al Israa’: 11)

Mukjizat sesungguhnya terjadi bila kita tetap bersabar kepada Allah SWT. Bila hari ini belum dikabulkan, teruslah berusaha, bersabar, dan berdoa. Bila minggu ini belum dikabulkan, bila bulan depan belum dikabulkan, bila tahun depan belum dikabulkan, teruslah berusaha hingga kau berhasil. Keberhasilan yang sesungguhnya bukan terletak pada seberapa besar harta atau keinginan yang dapat kita raih. Namun keberhasilan yang sesungguhnya adalah bila kita berhasil mengalahkan diri kita sendiri dan berjuang hanya dan karena Allah SWT. Berjuanglah untuk membuktikan bahwa kita dapat lulus dari ujian-Nya, berjuanglah untuk membuktikan bahwa kita tidak putus asa untuk selalu mengharap Ridho-Nya.

Janganlah merasa bosan untuk berjuang, berdoa dan bersabar. Sehari, seminggu, sebulan, setahun, sampai maut memisahkan raga kita. Jangan pernah salahkan Allah bila Dia menunda doa kita. Karena walaupun kita tidak mendapatkan balasan di dunia atas apa yang kita minta dalam doa, kita tetap tidak akan rugi. Selalu ingatlah atas pahala bagi Anda di akhirat atas doa-doa yang tidak dikabulkan di dunia, insya Allah kita akan merasa terhibur. Ingatlah atas keabadian di surga dan kefanaan di dunia. Ingatlah bahwa dunia selalu menjadi penjara bagi kaum mukmin dan surga bagi si kafir. Dunia adalah tempat dimana kitaa tak dapat memilikinya. Dunia penuh tipu daya dan hanya permainan belaka.



"Seekor kerang mutiara akan menjadi kerang yang tak memiliki nilai apa pun bila tak ada mutiara di dalam cangkangnya. Tahukah bagaimana caranya seekor kerang dapat menghasilkan sebutir mutiara yang indah? Di dalam cangkangnya yang keras dipaksakan masuk sebuah benda asing untuk mengganggunya. Bagi sang kerang, benda asing itu menyebabkan iritasi dan rasa sakit. Begitu pula musibah yang menimpa manusia, semakin berat musibah yang menimpanya kelak akan menghasilkan mutiara yang semakin besar dan indah pula. Kesabaran itu pahit untuk dikecap tapi kelak akan membuahkan keindahan yang tak ternilai....

Aku Lebih Dari Sekedar Pria Biasa

Terkadang rasanya perlu juga kita dibangkitkan dari mimpi tidur panjang kita. Dalam mimpi, semuanya akan terasa indah, atau bahkan terasa sangat buruk. Sering kali kita memimpikan diri kita menjadi seorang Pangeran yang punya segalanya. Walaupun Pangeran itu buruk rupa, toh, Pangeran tetaplah Pangeran, atau kita memimpikan diri kita sebagai sosok sempurna.. yach, paling tidak mendekati sempurna, walau dalam nyata kita punya seribu kekurangan.

Mungkin ada kalanya kita bermimpi menjadi seorang Pangeran kesepian, kemudian bertemu dengan seorang Putri yang menggenggam erat tangan kita, berjalan diantara taman bunga. Yach, itulah dunia mimpi, Apapun bisa terjadi. Kita bisa menangis ataupun tertawa dalam mimpi layaknya alam nyata,Tapi toh itu tetap sebuah mimpi.

Dalam dunia mimpi, kadang kita terlupa pada diri kita yang sebenarnya, siapa kita, apa visi dan misi kita. Karena dalam mimpi, kita hanya mau jadi seorang Pangeran yang hidup bahagia dengan sang Puteri.

Dalam mimpi, kita kesampingkan logika, kita unggulkan angan. Semua terasa mungkin tercapai, walau kadang saat kita terbangun sejenak, kita sadar dan tahu, itu tidak akan terwujud, tapi kita terus melanjutkan mimpi itu, karena mimpi itu indah. Itulah manusia, hidup dengan mimpi.

Bahayanya, terlalu lama hidup dalam mimpi justru akan mematikan semuanya, Lupa akan semuanya.. Bahkan dengan asal usul kita, Dalam hal ini, yang ada hanya putri dengan pangeran yang hidup bahagia, tak ada orang tua, keluarga, masyarakat, sekalipun Yang Menciptakan kita.

Dalam mimpi, kita akan rela menunggu kedatangan sang puteri. Walau sejenak, saat kita terbangun, kita tahu, puteri itu tak akan datang, tapi terus kita lanjutkan mimpi itu, tetap menunggu...

Ya, dalam hal ini mimpi lebih sering disebut dengan angan. Sesuatu yang hanya bisa kita fikirkan tanpa bisa kita usahakan. Sesuatu yang justru merusak kehidupan alam nyata kita, yang membuat kita kalah dalam hidup dan jutru memporak-porandakan hati.

Aku, saat menulis ini dalam keadaan terjaga, baru saja dibangunkan, justru oleh suara orang yang paling berarti bagiku di dunia ini. Aku diingatkan, siapa aku, dari mana asalku, dan bagaimana hidupku, secara tiba-tiba. Tanpa diungkapkannya.. Beruntung aku terbangun saat ini dan langsung menuliskan ini. Aku seperti tersadar dari mati suri yang lama bahkan. Tersadar dari penantian yang tak pasti, harapan yang keliru.
Tapi, sebenarnya mimpiku tak salah, mimpiku sederhana dan wajar, yaitu hidup bahagia dengan puteri. Aku tak berharap hidup di istana dengan seribu pelayan, aku hanya ingin hidup di sebuah gubuk kecil, bernama cinta, dengan segala kekurangan dan kelebihan di dalamnya, membangun gubuk kecil itu dengan kasih sayang dan ridho ilahi. Mimpi yang sederhana bukan??

Tapi aku lupa, aku punya banyak tujuan dalam hidupku, cita-cita yang belum tercapai, senyum yang belum terbeli. Aku hanya bermimpi tentang dia, dia dan dia, yang mungkin, malah tak peduli dengan galau dan sakitnya jiwaku menunggunya..
Tapi dia tak salah, Dia berhak melakukan apapun, karena dia adalah sang puteri, walau itu hanya dalam mimpiku. Jadi aku lah yang salah, tertidur begitu lama, pulas dan bermimpi begitu tinggi.

Hmm.. ingin ku belajar ilmu ikhlas dan sabar. Sabar dan ikhlas menerima sakit. Sabar dan iklash menunggu. Sabar dan ikhlas dalam segalanya.. Tapi aku hanya manusia biasa, pria biasa, dengan mimpi biasa, dengan cinta yang biasa, dengan kemampuan yang biasa, yang punya harapan besar, yang kadang punya emosi meledak, yang kadang menangis karena terluka, yang mengeluh karena apa yang diharapkan tak tercapai, yang bisa merasakan sakit, kecewa, dan cemburu.
Aku, hanya orang yang sedang belajar menyelami apa sebenarnya makna hidup ini, mencari hikmah dibalik luka..

Aku, bukan seorang pangeran.
Aku, hanya pria biasa, yang ingin terus melanjutkan mimpi.. Terus menunggu sampai sang Puteri datang. Terus hidup dalam lamunanku,, menikmati indahnya hidup di alam mimpi..
Aku hanya Pria biasa, yang ingin melarikan diri dari segala kepenatan, ingin hidup dalam kesenangan.

Tapi, sekarang, aku terbangun, tersadar, tersentak, terhentak dari semuanya,, Karena aku bukan orang biasa. Aku seorang hamba, yang punya seribu tugas, seribu tanggung jawab.

Ini aku!! Aku.. yang bukan Pria biasa, yang bukan orang biasa!! Jadi, aku, memang, sudah saatnya bangun dari mimpiku, melanjutkan hidupku, bukan sebagai Pria biasa, tapi lebih dari itu..

Aku..biarlah, akan diam, mengalah, menahan luka, rindu, atau apa saja, Karena aku menang diciptakan dengan kekuatan itu.
Aku, dipercaya oleh ALLAH bisa untuk menaklukkan semuanya..
Hanya, kemarin aku terlalu lama tertidur,, dan sekarang saatnya aku B A N G U N..!!!

Semoga setelah aku menulis semua ini, aku tak lagi terlelap, tak lagi bermimpi.
Aku akan terus berjuang. Jadi, suatu saat nanti, kalau semuanya harus berakhir, mataku harus terpejam untuk selamanya..
Aku, setidaknya walau tak bisa membeli semua senyum yang seharusnya ku beli, walau tak sempurna dalam menjalankan amanah, aku akan lega, karena hidupku sudah ku kerahkan untuk itu. Setidaknya aku sudah berjuang, walau perjuanganku tak selesai, walau mungkin tak ada hasil, tapi setidaknya aku sudah mencoba..

"Ketika kau dilahirkan, kau menangis sedang orang di sekelilingmu tertawa, maka buatlah, ketika kau meninggal kau tersenyum dan orang sekelilingmu menangis" (Ali bin Abu Thalib)

Sekarang inilah mimpiku, sebagai seorang Pria tak biasa, sebagai manusia yang tak biasa..

KARENA AKU MEMANG BUKAN PRIA BIASA

Sabtu, 02 April 2011

15 Musuh


Suatu ketika Nabi Muhammad Saw didatangi iblis.

Rasululloh berkata ; “Hai iblis berapa banyakkah musuhmu dari
umatku?”

Iblis menjawab, “lima belas,”
1. Engkau sendiri Muhammad
2. Pemimpin yang adil
3. Orang kaya yang merendah diri
4. Pedagang yang jujur
5. Orang alim yang mengerjakan sholat dengan khusyuk
6. Orang mukmin yang ahli nasehat
7. Orang mukmin yang kasih sayang
8. Orang yang tetap bertaubat
9. Orang yang menjauhkan diri dari segala yang haram
10. Orang mukmin yang selalu bersuci
11. Orang mukmin yang banyak sedekah
12. Orang mukmin yang bagus akhlaknya
13. Orang mukmin yang manfaat kepada orang
14. Orang yang hafal Al Qur ’an serta selalu membacanya
15. Orang yang berdiri mengerjakan shalat di waktu malam sedang
orang-orang tidur.

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang
puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama ’ah hamba-
hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku. (Al Fajr 27 -30)

Mau matipun masih saja ingat perkara Dunia


Satu orang bapak ketika hendak meninggal dunia.
Bu, si Ahmad mana…? Si Siti mana…?
Si ibu pun memanggil Ahmad dan Siti dan berdiri disamping ayahnya yang terbaring di tempat tidur.
Ibu, Ahmad dan Siti semuanya ada disini jadi siapa yang menjaga toko kita.
Diakhir hayat sang ayah pun MASIH INGAT TOKO BUKAN AGAMA.

Pesan sang ayah kepada anak :
Siti rajin-rajinlah belajar supaya kelak jadi anak yang pintar.
Ahmad rajin-rajinlah bekerja karena engkaulah satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga kita.

YANG DIPESANKAN PERKARA DUNIA BUKAN AGAMA KARENA HARI-HARI YANG DIBICARAKAN PERKARA DUNIA

Didalam hati si Ahmad berkata : "Cepat-cepatlah ayah meninggal supaya harta warisan jatuh kepada ku"

Didalam hati si Siti berkata : "Cocoklah ayah meninggal supaya jangan ada lagi yang marah-marah dirumah"

Didalam hati si Ibu berkata : "Kalau abang meninggal aku akan kawin lagi dengan yang lebih tampan dan kaya"

ANAK DAN ISTRI YANG TIDAK DILIBATKAN DALAM AGAMA AKAN MERASA SENANG SUAMINYA/BAPAKNYA MENINGGAL DUNIA

Ketika sanga ayah meninggal dunia meminta :

1. Minta dimandikan dengan air bersih dan suci. Padahal dalam kehidupannya tidak pernah mandi junub karena tidak tahu cara mandi junub.

2. Minta dikafani dengan kain yang bagus dan menutup semua tubuh. Padahal dalam kehidupannya tidak pernah tutup aurat.

3. Minta di shalatkan dimesjid. Padahala sepanjang hidupnya tidak pernah shalat ke mesjid.

Dan Ketika sang anak disuruh menjadi imam sebagai penghormatan terakhir kepada ayah. Anak pun tak bisa menjadi imam shalat jenazah ayahnya.

Didalam hati satu orang ayah sudah dipenuhi kecintaan kepada anak, istri, harta benda, uang dan jabatan. Sehingga tidak ada lagi tempat didalam hati untuk agama. Semuanya sudah diisi kecintaan kepada dunia.
Selama hidupnya susah payah untuk dunia yang akan dia tinggalkan. Tidak pernah susah payah untuk agama yang akan dibawa mati.

Abu Bakar Siddiq telah mengirim semua hartanya ke akhirat. Sedangkan kita meninggalkan harta yang banyak di dunia dan tidak bawa apa-apa ke akhirat.

Kita menjadikan rumah kita seperti bioskop yang hidup TV non stop 24 jam.

Kita menjadikan rumah kita diskotik yang hidup musik non stop, tempat makan dan minum. Ketika malam minggu datang satu orang laki-laki mengajak anak gadisnya berduaan.

Kita menjadikan rumah kita ring tinju yang setiap hari ada pertengkaran anak, istri dan bapak.

Rasulullah SAW walau rumahnya kecil tapi hidup amal agama. Baiti jannati “ Rumahku adalah surga ku”
Agama adalah solusi dari semua permasalahan. Dengan mengamalkan agama dan usaha atas agama dalam kehidupan kita dan keluarga kita akan lebih terarah.

Untuk menangkap anak-anak ayam saja akan terasa berat. Ditangkap satu lepas satu tapi coba tangkap induknya. Anak-anaknya semua akan ikut.
Shalat terasa berat, zikir terasa berat, baca Al Qur’an terasa berat. Buat saja usaha dakwah karena usaha dakwah induknya amal. Amalan lain akan terasa mudah kalau buat dakwah.

Insya Allah..

Hanya Aku

aku menyukai kesendirian, walau aku selalu merasa senang dalam
keramaian.
aku menciptakan suakaku sendiri, yang populasinya hanya ada satu orang,
aku sendiri.

dalam kesendirian, aku memetik banyak titik kehidupan yang sebelumnya
tidak aku miliki.
di kesunyian ini, aku menyadari bahwa akulah satu-satu nya yang dapat
mengerti diriku sendiri.

aku menyukai ketika aku sendiri didalam rumahku
menjelajah setiap ruangan, menghadirkan banyak kenangan disetiap sudut
melayani diriku sendiri, memanjakan diriku dan akhirnya memahami
setiap pikiranku
untuk berbicara dengan diriku sendiri
mencari tahu apa yang aku mau
mencurahkan segala isi hatiku
dan membereskan sedikit demi sedikit permasalahan yang ada.

aku berdamai dengan segala ketakutan dalam hatiku
membujuk kejujuran kecil dalam hatiku untuk berdamai dengan pikiran
kecil yang ada didalam logikaku.

aku menyimpan sofa empuk disudut kamarku, bersebelahan dengan rak
buku. disitu aku menghabiskan banyak waktu,
membaca buku-buku yang terkadang membuatku tertawa dan kadang
merenung
banyak kantung-kantung pengetahuan yang siap aku telan untuk
membekali perjalanan hidup.

aku adalah laki-laki yang sedikit cerdas
isi kepala ku seperti pensil, dan selalu memerlukan rautan untuk
membuatnya tajam, dan rautan itu aku dapatkan dari banyak tempat
dari kitab suci, obrolan panjang dengan kawan, atau dari buku yang aku
baca.

aku semakin memahami, bahwa diriku sendirilah yang paling bisa aku
andalkan. diandalkan untuk segala urusan hidupku
bahwa keputusan untuk hidup dengan bahagia adalah pilihanku.
kini dan nanti..