Senin, 11 Juli 2011

THINKING...

Anak bayi yang masih suci, sudah pusing mikiran hidupnya.

Apalagi kita yang sudah benar-benar bisa berpikir matang terus memikirkan bagaimana nasib Indonesia kedepan.

Banyak anak muda yang lupa pada budayanya, Ibu-ibu yang sibuk mikirin uang Belanjanya dan Penggangguran yang sibuk mau cari UANG kemana ??

Terlalu banyak yang belum disebutkan!!!!

INILAH NEGERIKU INDONESIA...!!!

Jumat, 08 Juli 2011

SELAMAT BERBAHAGIA...

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis...
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah tersakiti...
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba...

Karena merekalah yang bisa menghargai...
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka...

Karena Kebahagiaan adalah milik kita semua yang tahu bagaimana menikmati dan mengartikan kebahagiaan itu..

So..Selamat Berbahagia..

Kamis, 07 Juli 2011

Sayang, ada Debu di Matamu...

By: M. Agus Syafii

Bila pasangan baru menikah, suami istri begitu lembut dan bersahaja bahkan ketika seorang suami yang melihat debu dimata istrinya langsung mengungkapkan dengan penuh cinta, 'Sayang, ada debu di matamu' Istripun dengan manja menjawabnya. 'Tiupin dong abang, biar debunya terbang.' Begitu indah. Serasa dunia milik berdua, orang lain dianggapnya ngontrak semua. Manis, sahdu dan membahagiakan bahkan seperti lirik lagu Iwan Fals 'Jalan bergandengan tak pernah ada tujuan' Kemana-mana jalan bergandengan, berduaan tanpa tujuan hanya untuk menghabiskan waktu dan hari bersama dengan orang yang dicintai dan dikasihi. Kebahagiaan meraih impian bersama orang yang dicintai memaknai keindahan yang diselimuti ambisi dan perasaan yang tulus begitu cepat bertabrakan dengan kerasnya cadas kenyataan kehidupan. Suatu kenyataan yang kacau balau. Sebuah realitas dimana masalah dan problem hidup sehari-hari menjadi rumit seperti onak dan duri.

Pernikahan memang seindah impian bila kita memiliki kekuatan dan kesabaran untuk menjaga bahtera rumah tangga. Bahtera rumah tangga kita menjadi retak, pahit dan getir ketika menghempas justru disaat kita lemah, mudah menyerah dan tidak memiliki kesabaran didalam menghadapi berbagai kesulitan. Secercah kehidupan rumah tangga yang indah menjadi redup dan anda harus menerima kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Bagi anda yang akan atau sedang mengalami hal itu maka mohonkanlah kepada Allah agar memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar agar mampu menjaga bahtera rumah tangga.

Sebab cinta yang hakiki bukan dilewati dengan pujian & sanjungan. Cinta yang hakiki justru diuji dengan berbagai peristiwa yang menyakitkan yang membuat hati kita terluka dan menderita. Allah membentuk dan melatih kita melalui luka itu, bukan pada seberapa besar luka itu tetapi seberapa besar kekuatan & kesabaran yang kita miliki untuk menjalani luka itu. Kekuatan dan kesabaran yang dihiasi kasih sayang itulah yang akan tetap membuat bahtera rumah tangga kita seindah impian sampai akhir hayat, karena Allah mencurahkan rahmat dan kasih sayangNya untuk keluarga kita. Sebagaimana Sabda Rasulullah, 'Seorang suami apabila memandang istrinya dg kasih sayang & istrinyapun memandang dg kasih sayang maka Allah memandang keduanya dg pandangan kasih sayang. Bila suami memegang telapak tangan istrinya maka dosa-dosa keduanya berguguran dari celah jari-hari tangan keduanya' (HR. Rafi'i).

Wassalam,
M. Agus Syafii

Sebelum Mengeluh & Tunjuk Hidung..

Al-Qur'an menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan memiliki sifat "haluu'a", artinya ia selalu berkeluh kesah, akibatnya ia kurang mensyukuri nikmat Allah. Sifat keluh kesah itu membuat manusia cepat stress, pusing, darah tinggi, galau, cemas, dan sebagainya.

Bagaimana menaklukkan sifat buruk itu?

*. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

*. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

*. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

*. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

*. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

*. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

*. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

*.Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

*. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

*. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

*. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

(Copas Dari Facebook)

Have a No Title..

Beberapa malam ini, entah jin apa yang merasuk, aku sering merasa “marah” pada orang2 di sekelilingku,, Puluhan kali dalam sehari ku tarik nafas dalam2, dan berkata pada diriku: “SABARRR!!!”. Aku memaksa diriku untuk bertahan pada kondisi yang membuatku pusing.

Tiba2 muncul sebuah statement dalam pikiranku.. Rasanya, mungkin dalam 10 tahun terakhir ini, aku dipaksa oleh orang2 disekelilingku, bahkan orang2 yang aku cintai untuk merasa minder, gak sabar, gak bersyukur, dan merasa bahwa aku gak berguna. Di samping aku yang memang punya bakat sifat2 itu, mungkin dan berusaha mati2an untuk memeranginya. Aku yang selalu meneriaki diriku bahwa aku ini termasuk salah satu ciptaan ALLAH yang sempurna. Dan memang begitu adanya bukan?? Ungkapan ini bukan aku bermaksud aku sombong, tapi memang begitulah adanya. Ini bentuk syukurku pada Rabb-ku.

Tapi entah, paksaan untuk mengakui bahwa aku ini “tidak sempurna” begitu kuat. Dan aku hanya takut, aku kalah.. Karena memang jika melihat apa yang ku alami 1 tahun ini, seharusnya aku kalah dan mengalami krisis kepercayaan diri yang besar. Tapi Alhamdulillah, sembah sujudku pada Rabb-ku, sampai hari ini aku masih menatap bumi ALLAH ini dengan berjuta harapan, dengan berjuta keyakinan. Jika ALLAH berkata “kun” maka jadilah,,

Sebenernya aku sedikit tidak faham dengan jalan pikiran orang2 di sekitarku..
Cuma ya aku berprasangka baik, Saking cintanya mereka sama aku, maka inilah yang terjadi..

Anyway, Love u all...

Inilah Hidup...

inilah kehidupan...

ada manis ada pahit..

ada tawa ada tangis...

ada sedih ada bahagia....

kesemuanya itu membuat semua menjadi indah...

bermakna dan tak akan terlupa...

(ucapan seseorang pada satu malam)

Mungkin Memang Sudah Saatnya...

Bukan sekali, tapi berulang kali..
Kau ulangi lagi kesalahan yang sama..
Kau acuhkan aku ...

" Bunga pun kan layu bila tak kau siram dengan air kehidupan."
Lalu bagaimana aku tidak??"

Rasa ini pun akan mati...
Mati dengan perlahan....

Pengertian ini telah sampai di ujung amarahku..
Kemampuanku untuk bertahan tak kau rangkul...
Sendiri , aku sendiri dengan rasa yang kupunya...
Sehebat dan sekuat apapun aku..
Aku manusia, aku lelaki..
Bukan batu yang diam tak bergeming...

Untuk itu, aku harus pergi...
Pergi dari kehidupanmu..
Berada disisimu,namun tak berarti apa2 bagimu..
Kesalahan terindah yang kulakukan...
Cukup sampai disini kisah ini..
Karena, walaupun tetap diteruskan..
Kisah ini tak ada ujungnya....

Aku pamit pergi meninggalkanmu dengan rasa yang teramat dalam...
Selamat Tinggal kesalahan terindahku...


Di Persimpangan..

Seperti kota Jakarta, aku tak suka meninggalkan Jakarta. Aku juga tak suka meninggalkanmu. Kau adalah sosok yang hadir pada saat-saat yang tertentu. Menunggumu seperti menunggui hujan turun, yang tak bisa diramalkan hanya dengan langit mendung. Pada saat yang tak disangka-sangka, angin bisa meniup awan mendung pergi dan kembali menerbitkan matahari. Justru itu, kehadiranmu terkadang datang tiba2. Sesuatu yang tak disangka-sangka. Karenanya, ketika kau datang, momen itu jadi sangat berharga. Karena aku tak akan pernah tahu apakah nanti momen seperti ini akan datang lagi.

Tetapi kamu terlanjur terikat pada janji. Ibarat perjanjian pada selembar kertas yang sudah ditandatangani. Ketika ia datang, aku justru harus menyeret langkah pergi. Meninggalkan dirimu yang sudah kunanti-nanti dalam cemas hampir setiap hari. Dan kau tak pernah bisa menahanku..
Meski sesungguhnya aku tahu kau pun ingin menahan kepergianku...

Dan mungkin nanti di tempat yang kutuju, selalu akan ada dirimu..

Hidup memang sering mencandai kita. Misalnya, pada saat-saat ketika ragamu sesaat menjauh dariku, aku masih membandel dengan mengirimkan pesan pendek ke telepon genggammu. Bahkan pada saat kau malah sedang bersamanya. Dan kali ini, ketika kau hendak bersamanya di kotamu, sesuatu menarikmu, dan membawamu kembali padaku.

Belakangan aku sadari..Segalanya memang telah diatur sedemikian rupa. Dan inilah rancangan yang sempurna dari yang Maha Kuasa.
Teman2 kita selalu berpikir bahwa kamu lebih baik untukku.. Denganmu, aku bisa punya hubungan yang matang. Aku akan semakin terkendali dan tidak terlalu sering ceroboh.

Tetapi tentu saja, kupikir hidup tengah bermain-main dengan takdir. Mendamparkan kita di depan teater hati kita. Meski sepertinya segala yang bertolak belakang seperti antara kebahagiaan dan kesedihan selalu hadir bersamaan.

Dan sesi-sesi yang kita lalui bersama selama ini membuatku berpikir, sepertinya hidupmu hanya terdiri dari dua jarum kompas: aku dan dia.
Hidupmu?? Tentu, selalu menunjuk ke Utara, meski hatimu mengarah ke Selatan. Dan aku, maupun kamu, selalu tahu, bahwa Utara adalah dia dan aku adalah Selatan.

Tetapi Utara tidak akan ada tanpa Selatan, begitu pula sebaliknya..

Rabu, 06 Juli 2011

Ingin Pulang...

Setiap hari aku hanya berfikir...
Aku harus bertahan sehari lagi..
Aku sudah lelah di sini...

Semuanya tak membaik...
Diriku pun semakin buruk...
Tak ada yang bertambah...
Tak ada kemajuan...

Kalau bisa aku ingin berteriak...
Aku ingin pulang ke rumahku...
Menjadi diriku yang dulu...
Yang lebih baik...

Sungguh, Aku hanya ingin pulang....

Senin, 04 Juli 2011

Kurasa Wajar Saja..

tidak ada yang salah jika seorang pria mengagumi seorang wanita,juga sebaliknya jika wanita mencintai seorang pria.

berusaha kunikmati langit senja yang mulai memerah,berusaha kulupakan.
semua akan terhapus dengan bergulirnya waktu walau sering kali kubiarkan rasa itu meradang.
membiarkan sakit ini menjadi benar-benar sempurna.
membiarkan cinta menyatakan dengan rasanya sendiri dan membiarkan angin membawa salam padanya.

biarkan takdir mengalir dan biarkan manusia itu yang berusaha mengubah takdirnya.
hanya sebait doa yang bisa mengalir lirih,"jika memang kau masih mempunyai rasa,biarkan aku ikut merasakannya.jika memang rasa itu telah tiada,biarkan aku menguburnya dalam-dalam.
dari sudut ruang sepi,dari celah yang tidak bertepi ini,selalu ada batas akan sebuah kisah.
hentikan saja,jika semua layak untuk dihentikan.
jangan kau dera aku dengan riak-riak senyummu,jangan kau bunuh aku dengan tatapan bening matamu,aku lelah"

Sebuah Pilihan..

Suatu hari aku diberitahu..
Surga itu di bawah telapak kaki ibumu..
Lalu aku ditanya..
Mana yang kau pilih..
Surga itu atau dirinya??
Aku pun menjawab,
Aku tak mau dirinya,
Aku mau surga itu.!

Karena di surga, mungkin aku menemukan dirinya..
Karena cintaku ini tulus karena ALLAH..
Jika ALLAH menghendaki,, kami akan bersatu Insya ALLAH..!!

Sekejap Sapa..

Apa yang akan kau ucapkan saat hatimu tak bisa lagi berlari dari nyata.
Selalu saja berpihak pada mimpi yang kau yakini suatu saat akan menghadirkan getar bahagia untuk harimu..

Dan ternyata,
Semua masih sama.Satu cinta yang kau iba-iba tetap saja tak sejalan dengan maunya hati.
Setia menggantungkan segala harapan yang kau ikat pada altar jiwamu di kaki langit yang bersemu mendung yang bisu tanpa kata-kata...

Dan ternyata,
Jejak awal yang kau mulai,dan telah melewati gulungan hari,tetap kembali pada jalur semula.
Seribu jejak tetap bermakna satu jejak.
Hati yang kau pilih untuk kau singgahi sebagai pelabuhan mimpi,hanya mengibarkan bendera hampa.

Sekejap sapa yang luruh,secuil senyum yang tumpah,dan serentet cerita yang merajut hari,tak memberikan jawaban apa-apa.
Masih sama,selain sepotong kebersamaan bersemu getar gelisah dan lilitan cinta yang menyƬsir sunyi..