Senin, 11 Juli 2011

THINKING...

Anak bayi yang masih suci, sudah pusing mikiran hidupnya.

Apalagi kita yang sudah benar-benar bisa berpikir matang terus memikirkan bagaimana nasib Indonesia kedepan.

Banyak anak muda yang lupa pada budayanya, Ibu-ibu yang sibuk mikirin uang Belanjanya dan Penggangguran yang sibuk mau cari UANG kemana ??

Terlalu banyak yang belum disebutkan!!!!

INILAH NEGERIKU INDONESIA...!!!

Jumat, 08 Juli 2011

SELAMAT BERBAHAGIA...

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis...
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah tersakiti...
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba...

Karena merekalah yang bisa menghargai...
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka...

Karena Kebahagiaan adalah milik kita semua yang tahu bagaimana menikmati dan mengartikan kebahagiaan itu..

So..Selamat Berbahagia..

Kamis, 07 Juli 2011

Sayang, ada Debu di Matamu...

By: M. Agus Syafii

Bila pasangan baru menikah, suami istri begitu lembut dan bersahaja bahkan ketika seorang suami yang melihat debu dimata istrinya langsung mengungkapkan dengan penuh cinta, 'Sayang, ada debu di matamu' Istripun dengan manja menjawabnya. 'Tiupin dong abang, biar debunya terbang.' Begitu indah. Serasa dunia milik berdua, orang lain dianggapnya ngontrak semua. Manis, sahdu dan membahagiakan bahkan seperti lirik lagu Iwan Fals 'Jalan bergandengan tak pernah ada tujuan' Kemana-mana jalan bergandengan, berduaan tanpa tujuan hanya untuk menghabiskan waktu dan hari bersama dengan orang yang dicintai dan dikasihi. Kebahagiaan meraih impian bersama orang yang dicintai memaknai keindahan yang diselimuti ambisi dan perasaan yang tulus begitu cepat bertabrakan dengan kerasnya cadas kenyataan kehidupan. Suatu kenyataan yang kacau balau. Sebuah realitas dimana masalah dan problem hidup sehari-hari menjadi rumit seperti onak dan duri.

Pernikahan memang seindah impian bila kita memiliki kekuatan dan kesabaran untuk menjaga bahtera rumah tangga. Bahtera rumah tangga kita menjadi retak, pahit dan getir ketika menghempas justru disaat kita lemah, mudah menyerah dan tidak memiliki kesabaran didalam menghadapi berbagai kesulitan. Secercah kehidupan rumah tangga yang indah menjadi redup dan anda harus menerima kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Bagi anda yang akan atau sedang mengalami hal itu maka mohonkanlah kepada Allah agar memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar agar mampu menjaga bahtera rumah tangga.

Sebab cinta yang hakiki bukan dilewati dengan pujian & sanjungan. Cinta yang hakiki justru diuji dengan berbagai peristiwa yang menyakitkan yang membuat hati kita terluka dan menderita. Allah membentuk dan melatih kita melalui luka itu, bukan pada seberapa besar luka itu tetapi seberapa besar kekuatan & kesabaran yang kita miliki untuk menjalani luka itu. Kekuatan dan kesabaran yang dihiasi kasih sayang itulah yang akan tetap membuat bahtera rumah tangga kita seindah impian sampai akhir hayat, karena Allah mencurahkan rahmat dan kasih sayangNya untuk keluarga kita. Sebagaimana Sabda Rasulullah, 'Seorang suami apabila memandang istrinya dg kasih sayang & istrinyapun memandang dg kasih sayang maka Allah memandang keduanya dg pandangan kasih sayang. Bila suami memegang telapak tangan istrinya maka dosa-dosa keduanya berguguran dari celah jari-hari tangan keduanya' (HR. Rafi'i).

Wassalam,
M. Agus Syafii

Sebelum Mengeluh & Tunjuk Hidung..

Al-Qur'an menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan memiliki sifat "haluu'a", artinya ia selalu berkeluh kesah, akibatnya ia kurang mensyukuri nikmat Allah. Sifat keluh kesah itu membuat manusia cepat stress, pusing, darah tinggi, galau, cemas, dan sebagainya.

Bagaimana menaklukkan sifat buruk itu?

*. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

*. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

*. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

*. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

*. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

*. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

*. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

*.Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

*. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

*. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

*. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

(Copas Dari Facebook)

Have a No Title..

Beberapa malam ini, entah jin apa yang merasuk, aku sering merasa “marah” pada orang2 di sekelilingku,, Puluhan kali dalam sehari ku tarik nafas dalam2, dan berkata pada diriku: “SABARRR!!!”. Aku memaksa diriku untuk bertahan pada kondisi yang membuatku pusing.

Tiba2 muncul sebuah statement dalam pikiranku.. Rasanya, mungkin dalam 10 tahun terakhir ini, aku dipaksa oleh orang2 disekelilingku, bahkan orang2 yang aku cintai untuk merasa minder, gak sabar, gak bersyukur, dan merasa bahwa aku gak berguna. Di samping aku yang memang punya bakat sifat2 itu, mungkin dan berusaha mati2an untuk memeranginya. Aku yang selalu meneriaki diriku bahwa aku ini termasuk salah satu ciptaan ALLAH yang sempurna. Dan memang begitu adanya bukan?? Ungkapan ini bukan aku bermaksud aku sombong, tapi memang begitulah adanya. Ini bentuk syukurku pada Rabb-ku.

Tapi entah, paksaan untuk mengakui bahwa aku ini “tidak sempurna” begitu kuat. Dan aku hanya takut, aku kalah.. Karena memang jika melihat apa yang ku alami 1 tahun ini, seharusnya aku kalah dan mengalami krisis kepercayaan diri yang besar. Tapi Alhamdulillah, sembah sujudku pada Rabb-ku, sampai hari ini aku masih menatap bumi ALLAH ini dengan berjuta harapan, dengan berjuta keyakinan. Jika ALLAH berkata “kun” maka jadilah,,

Sebenernya aku sedikit tidak faham dengan jalan pikiran orang2 di sekitarku..
Cuma ya aku berprasangka baik, Saking cintanya mereka sama aku, maka inilah yang terjadi..

Anyway, Love u all...

Inilah Hidup...

inilah kehidupan...

ada manis ada pahit..

ada tawa ada tangis...

ada sedih ada bahagia....

kesemuanya itu membuat semua menjadi indah...

bermakna dan tak akan terlupa...

(ucapan seseorang pada satu malam)

Mungkin Memang Sudah Saatnya...

Bukan sekali, tapi berulang kali..
Kau ulangi lagi kesalahan yang sama..
Kau acuhkan aku ...

" Bunga pun kan layu bila tak kau siram dengan air kehidupan."
Lalu bagaimana aku tidak??"

Rasa ini pun akan mati...
Mati dengan perlahan....

Pengertian ini telah sampai di ujung amarahku..
Kemampuanku untuk bertahan tak kau rangkul...
Sendiri , aku sendiri dengan rasa yang kupunya...
Sehebat dan sekuat apapun aku..
Aku manusia, aku lelaki..
Bukan batu yang diam tak bergeming...

Untuk itu, aku harus pergi...
Pergi dari kehidupanmu..
Berada disisimu,namun tak berarti apa2 bagimu..
Kesalahan terindah yang kulakukan...
Cukup sampai disini kisah ini..
Karena, walaupun tetap diteruskan..
Kisah ini tak ada ujungnya....

Aku pamit pergi meninggalkanmu dengan rasa yang teramat dalam...
Selamat Tinggal kesalahan terindahku...


Di Persimpangan..

Seperti kota Jakarta, aku tak suka meninggalkan Jakarta. Aku juga tak suka meninggalkanmu. Kau adalah sosok yang hadir pada saat-saat yang tertentu. Menunggumu seperti menunggui hujan turun, yang tak bisa diramalkan hanya dengan langit mendung. Pada saat yang tak disangka-sangka, angin bisa meniup awan mendung pergi dan kembali menerbitkan matahari. Justru itu, kehadiranmu terkadang datang tiba2. Sesuatu yang tak disangka-sangka. Karenanya, ketika kau datang, momen itu jadi sangat berharga. Karena aku tak akan pernah tahu apakah nanti momen seperti ini akan datang lagi.

Tetapi kamu terlanjur terikat pada janji. Ibarat perjanjian pada selembar kertas yang sudah ditandatangani. Ketika ia datang, aku justru harus menyeret langkah pergi. Meninggalkan dirimu yang sudah kunanti-nanti dalam cemas hampir setiap hari. Dan kau tak pernah bisa menahanku..
Meski sesungguhnya aku tahu kau pun ingin menahan kepergianku...

Dan mungkin nanti di tempat yang kutuju, selalu akan ada dirimu..

Hidup memang sering mencandai kita. Misalnya, pada saat-saat ketika ragamu sesaat menjauh dariku, aku masih membandel dengan mengirimkan pesan pendek ke telepon genggammu. Bahkan pada saat kau malah sedang bersamanya. Dan kali ini, ketika kau hendak bersamanya di kotamu, sesuatu menarikmu, dan membawamu kembali padaku.

Belakangan aku sadari..Segalanya memang telah diatur sedemikian rupa. Dan inilah rancangan yang sempurna dari yang Maha Kuasa.
Teman2 kita selalu berpikir bahwa kamu lebih baik untukku.. Denganmu, aku bisa punya hubungan yang matang. Aku akan semakin terkendali dan tidak terlalu sering ceroboh.

Tetapi tentu saja, kupikir hidup tengah bermain-main dengan takdir. Mendamparkan kita di depan teater hati kita. Meski sepertinya segala yang bertolak belakang seperti antara kebahagiaan dan kesedihan selalu hadir bersamaan.

Dan sesi-sesi yang kita lalui bersama selama ini membuatku berpikir, sepertinya hidupmu hanya terdiri dari dua jarum kompas: aku dan dia.
Hidupmu?? Tentu, selalu menunjuk ke Utara, meski hatimu mengarah ke Selatan. Dan aku, maupun kamu, selalu tahu, bahwa Utara adalah dia dan aku adalah Selatan.

Tetapi Utara tidak akan ada tanpa Selatan, begitu pula sebaliknya..

Rabu, 06 Juli 2011

Ingin Pulang...

Setiap hari aku hanya berfikir...
Aku harus bertahan sehari lagi..
Aku sudah lelah di sini...

Semuanya tak membaik...
Diriku pun semakin buruk...
Tak ada yang bertambah...
Tak ada kemajuan...

Kalau bisa aku ingin berteriak...
Aku ingin pulang ke rumahku...
Menjadi diriku yang dulu...
Yang lebih baik...

Sungguh, Aku hanya ingin pulang....

Senin, 04 Juli 2011

Kurasa Wajar Saja..

tidak ada yang salah jika seorang pria mengagumi seorang wanita,juga sebaliknya jika wanita mencintai seorang pria.

berusaha kunikmati langit senja yang mulai memerah,berusaha kulupakan.
semua akan terhapus dengan bergulirnya waktu walau sering kali kubiarkan rasa itu meradang.
membiarkan sakit ini menjadi benar-benar sempurna.
membiarkan cinta menyatakan dengan rasanya sendiri dan membiarkan angin membawa salam padanya.

biarkan takdir mengalir dan biarkan manusia itu yang berusaha mengubah takdirnya.
hanya sebait doa yang bisa mengalir lirih,"jika memang kau masih mempunyai rasa,biarkan aku ikut merasakannya.jika memang rasa itu telah tiada,biarkan aku menguburnya dalam-dalam.
dari sudut ruang sepi,dari celah yang tidak bertepi ini,selalu ada batas akan sebuah kisah.
hentikan saja,jika semua layak untuk dihentikan.
jangan kau dera aku dengan riak-riak senyummu,jangan kau bunuh aku dengan tatapan bening matamu,aku lelah"

Sebuah Pilihan..

Suatu hari aku diberitahu..
Surga itu di bawah telapak kaki ibumu..
Lalu aku ditanya..
Mana yang kau pilih..
Surga itu atau dirinya??
Aku pun menjawab,
Aku tak mau dirinya,
Aku mau surga itu.!

Karena di surga, mungkin aku menemukan dirinya..
Karena cintaku ini tulus karena ALLAH..
Jika ALLAH menghendaki,, kami akan bersatu Insya ALLAH..!!

Sekejap Sapa..

Apa yang akan kau ucapkan saat hatimu tak bisa lagi berlari dari nyata.
Selalu saja berpihak pada mimpi yang kau yakini suatu saat akan menghadirkan getar bahagia untuk harimu..

Dan ternyata,
Semua masih sama.Satu cinta yang kau iba-iba tetap saja tak sejalan dengan maunya hati.
Setia menggantungkan segala harapan yang kau ikat pada altar jiwamu di kaki langit yang bersemu mendung yang bisu tanpa kata-kata...

Dan ternyata,
Jejak awal yang kau mulai,dan telah melewati gulungan hari,tetap kembali pada jalur semula.
Seribu jejak tetap bermakna satu jejak.
Hati yang kau pilih untuk kau singgahi sebagai pelabuhan mimpi,hanya mengibarkan bendera hampa.

Sekejap sapa yang luruh,secuil senyum yang tumpah,dan serentet cerita yang merajut hari,tak memberikan jawaban apa-apa.
Masih sama,selain sepotong kebersamaan bersemu getar gelisah dan lilitan cinta yang menyìsir sunyi..

Rabu, 22 Juni 2011

Maafkan,,untuk hari ini..


Aku terpelanting jatuh ketika kudapati sebuah kata dalam satu pesan singkat..
Mendidih rasanya darahku, mengalir deras dalam nadiku..
terjerembab,diam,terpaku dalam hitungan detik seolah ruhku terjebak dalam ruang hampa tak berpintu...

Ya Rabb..apalagi yang sedang terjadi,desahku..
kutelusuri,ternyata memang bermula dari kealphaanku,
aku kehilangan kendali dalam caraku berdecak..
dan ku sadari telah membuat kesalahan dan melukai seseorang yang sangat ku hormati..
tapi sungguh dari dalam nuraniku tak terpikir sedikitpun akan meninggalkan lubang yang menganga untuk mereka..

Tapi,tak seharusnya menegurku dengan kata-kata sekasar itu..belaku dalam hati.
apakah itu kata-kata pembenaraan diri atas sikapku?!

Arrggh.,ketika emosi sudah berkuasa..
akalpun tak mampu untuk diberi kesempatan bicara..

Dan detik ini..
aku masih berjibaku diam dalam gemuruh di dadaku.
ingin ku lontarkan tiap kata pembalasan dari hatiku..
tapi kata-kata yang pernah terlontar tak mungkin lagi bisa tertarik kembali..
aku berperang dalam geramku..
hanya dengan mengingat kalimat yang telah terpasung dalam relungku..

"Semarah apapun kau pada seseorang,tetaplah bersikap dan berkata halus"

itu saja yg membuat bertahan untuk beradu kata.

Maafkan aku untuk hari ini...

Selasa, 31 Mei 2011

What's On My Mind???

Sering kali pikiran ini mengubek-ubek otakku,
yang membuatku sendiri benci jika pikiran ini tiba.
Semuanya melintas begitu saja di kepala ini,
seperti cd yang diputar dan tombol on off nya mati,
aku tak bisa menghentikannya begitu saja...
aku hanya bisa membiarkannya,mengikuti alurnya,
....................sampai selesai...............
sehingga hatiku bertanya :
apa yang kau dapat :"luka"
apa yang kau inginkan :"....????"

ternyata aku tak tau apa yang diriku sendiri inginkan..
selalu berkutat dengan angan dan pemikiran ternyata hanya menyakiti diri sendiri,dan bahkan tak temukan jalan keluar...

dan akhirnya mau tak mau aku harus keluar dari angan,
inilah kenyataan dengan setiap likunya,
Bagaimanapun,inilah warna dari setiap rasaku.
So...be happy with the color in your life. :)

Jumat, 20 Mei 2011

Masih Sama..

Mungkinkah aku harus benar-benar pergi jauh darimu dan tidak pernah menemukanmu, setelah sekian waktu berlari, dimana kamu, bagaimana kabarmu, mencari apa yang kamu inginkan, dan setiap hari menunggu diruang maya hanya untuk mengetahui kamu baik-baik saja, mencari adakah kata yang kau tulis akan menggambarkan sesuatu jawaban yang kucari, mencari dan benar-benar mencari apakah ada tentang aku..

Aku hanya seorang lelaki yang terlalu biasa bagimu, berdiri dibalik ketegaran seolah tak pernah terjadi apapun padaku, ya aku baik-baik saja.
Kenapa ku terus menanti jika yang kutemukan adalah dingin. Tidak ada, itu jawaban yang mungkin akan aku dapatkan.

Aaah sudahlah, “jangan terlalu tinggi kamu mencari, karna jatuhnya akan sakit”, “jangan terlalu berharap, nanti kamu akan terjatuh.” gumamku

mungkin setelah nanti ku dapatkan kenyataan yang mungkin membuat ku terjatuh.
Aku akan tetap ada disini, tapi hatimu? Aku tak pernah tau.
Hanya seperti bunga yang berdiri sendiri diatas angin, terseok hujan, dan akan kering karena matahari.

Tadinya kucoba menutup telinga, dan melihat awan, melihat tinggi berharap angin membawa pesan dan senyummu saat tergores senja, namun saat mentari mengoreskan warnanya diufuk timur, dirimu tetap tak akan pernah ada.

Senin, 09 Mei 2011

Teman Itu Hadiah Dari ALLAH SWT

Teman adalah hadiah dari ALLAH SWT buat kita.
Seperti halnya hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek.

Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan atau kepribadian yang menarik.

Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasanya saja, atau malah menjengkelkan.

Seperti juga hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.

Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya., kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama… kita mencintai dia dan dia mencintai kita.

Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai.. Bukan dia tak mau, tapi justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya.

Sayangnya yang kita tangkap darinya seringali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll. Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam itu dan kita mencoba menghindar dari mereka.

Kita tidak tahu bahwa itu semua bukanlah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta.. Karena justru ia-lah yang membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita?

Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama?

Luka lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita.

Mereka tidak akan bilang bahwa “lutut” mereka luka atau mereka “takut air”, mereka akan bilang bahwa berenang itu membosankan, dan lari itu melelahkan. It’s a defense mechanism. Itulah cara mereka mempertahankan diri.

Mereka tidak akan bilang : “Aku tidak bisa Basket.”
Tapi mereka akan bilang : “Basket itu tidak menarik.”

Mereka tidak akan bilang : “Aku membutuhkan kamu.”
Mereka akan bilang : “Tidak ada yang cocok denganku.”

Mereka tidak akan bilang : “Aku kesepian.”
Mereka akan bilang : “Aku suka sendiri.”
Mereka tidak akan bilang : “Aku butuh diterima.”
Mereka akan bilang : “Aku bisa hidup sendiri.”

Mereka tidak akan bilang : “Aku ingin didengarkan.”
Mereka akan bilang : “Kisah hidupku membosankan.”

Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau tidak. Dan jangan tertipu oleh kemasan.
Hanya karena kita bertemu jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.
Berikanlah makna di dalam kehidupkan kita bukan hanya untuk diri kita sendiri saja melainkan juga untuk membahagiakan sesama manusia di dalam lingkungan kehidupan kita.
Berikanlah waktu kita dengan rasa kasih kepada orang yang membutuhkan kita.

Yesterday is history.
Tomorrow is mistery.
Today is gift.
That’s why it’s called the present.

Kamis, 05 Mei 2011

Menunggu Mimpi

Mulanya rasa ini tak ada..
Ungkapan rasanya hanya biasa saja untukku..
Hingga ku tau ketulusan..
Ada dalam setiap ucapannya..
Membuatku semakin percaya, dialah yang kutunggu, lalu..
Mulai ku gantungkan harap padanya, dan mencintainya..
Asaku tinggi terhadapnya..
Dan aku pun terjatuh, tapi..

Hati ini tak mau melupakannya..
Akupun sudah tak bisa memerintah hati dan rasaku lagi..
Bukan ini yang ku mau..
Inginku lari dari bayang-bayang cintanya, tapi..
Bayangannya tak mau sirna, bukan dalam pikiranku, tapi justru dalam sujudku..
Inikah pertanda-MU wahai Sang Pemilik Cinta, ataukah hanya sebuah asa?

Aku percaya pada janji-NYA..
Lalu kusebut namanya dalam setiap sujudku..
Hadirnya dalam mimpiku, terus ku tunggu..
Aku percaya dialah sayapku..
Dan aku hanya tinggal menunggu waktu..
Dalam cinta yang kini hampa..
Aku akan tetap mencintainya..
Rabb-ku yang mengetahuinya..

Minggu, 24 April 2011

Tak Ada Kita...

Perpisahan, sedianya melibatkan dua orang: ia yang tinggal, dan ia yang pergi.
Jadi bayangkan, betapa sepinya perpisahan yang harus dilalui seorang diri.
Seperti berkali-kali, seperti setiap hari, ketika aku mengucapkan selamat tinggal kepada semua. Kepada kenangan. Kepada kita. Kepada rasa yang pernah kita punya, hanya untuk menemukan diriku kembali terdampar di tepian hatimu.

Aku seperti ombak yang hanya surut sebentar, kemudian berdebur kembali dengan kekuatan yang lebih besar untuk memecah tebing yang memagari kita. Hidup di masa lalu itu melelahkan. Tetapi hidup di masa depan tanpamu akan jauh lebih menakutkan. Bahkan hanya untuk sekedar kubayangkan.

Buatku, kita adalah sebuah dunia di sisi lain cermin. Dunia di mana aku bisa jadi diriku sendiri, dan kamu menjadi dirimu sendiri. Kita berbagi mimpi yang tak bisa kita bagi pada orang lain. Kita berbagi sunyi tapi saling menemani. Mengapa pula segala sesuatu harus diberi nama? Bukankah pohon liar yang tumbuh rindang di dalam hutan bisa tetap meneduhkan walau kita tak pernah tahu apa namanya?

"Suatu hari nanti, mungkin aku akan memandangi sosokmu dari kejauhan. Kamu dan dia. Kalian berdiri bersisian, tersenyum,tertawa, menyapa wajah-wajah asing yang memberimu ucapan selamat dan tepukan bersahabat di bahu. Lalu ia meremas jemarimu, dan kamu mencium tangannya."

MESKI LANGIT DI ATAS CERAH, NAMUN LANGIT HATIKU HUJAN

Seharusnya aku sudah terbiasa dengan semua ini. Dengan rasa sakit ini. Dengan rasa perih yang mendesak-desak di balik kelopak mataku ini. Kutengadahkan wajahku ke langit, kemudian kutekan-tekan kelopak mataku untuk mengusir rasa itu pergi. Tetapi rasa itu tak mau hilang dan tetap bertahan. Karena rasa itu tak ada di sana. Pedih itu bukan di mata, tetapi di hatiku. Sejenis ketiadaan akan kamu yang meremukkan segalanya. Menyesakkan..!!

Tetapi akulah yang memilih untuk berada di sini. Hanya untuk melihatmu, bersamanya, di atas rasa sakit yang kini sudah berubah menjadi candu bagiku.
Mungkin memang masa depan memilih untuk melukiskan dirimu, bersamanya. Tertawa di atas impian kita berdua.

Ah, kamu benar..
Tidak ada lagi "kita", bahkan untuk sekerat impian lama yang sejak mula kita bangun berdua. Ini impianmu. Hanya kamu. Dan ada dia di sampingmu, yang berbagi malam bersama kamu.

“Dan memang pada akhirnya, kamu akan memilih seseorang yang akan selalu ada untukmu. Someone you can count on. Seseorang yang bisa membahagiakanmu.”

Jumat, 22 April 2011

Aku Masih Berjalan..

Ya Rabb..
Saat aku dalam kandungan
Aku sudah mulai berjalan
Mengitari dunia kecilku

Tapi aku aman..
Aku tak pernah lelah..
Karena aku dekat dengan jantung ibuku..

Saat aku terlahir ke dunia
Aku melihat dunia yang besar
Tapi aku tak sedikitpun risau
Karena ENGKAU berikan sepasang malaikat untuk selalu menjagaku
Mereka tak akan membiarkan aku sakit
Mereka ada saat aku menangis
Mereka menangkapku saat aku terjatuh
Dan selalu berharap melihat senyumku

Aku pun beranjak dewasa..
Di bawah naungan sayap-sayap itu..
Tapi dunia damai itu harus segera ku tinggalkan..
Aku masuk ke dunia lain..
Dunia yang mulai susah..
Harus mulai belajar bagaimana merawat luka..
Bagaimana supaya aku tidak terjatuh..
Harus belajar berhati-hati..
Agar aku tidak terluka..
Tapi aku masih aman..
Aku masih punya keberanian untuk bersandar di pundak orang tuaku..
Aku terus berkelana dalam hidupku..

Sampailah aku di sebuah dunia
Ku sebut itu dunia rimba
Yang kuat bertahan
Yang lemah akan mati perlahan
Aku mulai tak punya keberanian lagi untuk terus menjadi beban
Aku mulai berusaha untuk berdiri sendiri
Tapi ternyata aku masih lemah
Ku coba terus melangkah
Kadang aku berlari-lari kecil
Sesekali tersandung
Pernah juga terjatuh
Hanya ingin segera sampai pada tujuanku
Tapi tak pernah ku tau dimana ujungnya
Tak pernah ku lihat tepiannya

Semakin lama aku berjalan..
Semakin sunyi aku merasa..
Aku mulai kelelahan..
Terengah-engah..
Tapi aku tetap terus berjalan..
Karena aku memang harus berjalan..

Tapi semakin payah
Semakin sepi
Semakin sendiri
Semakin berat
Seringkali kurendahkan kepalaku dalam sujudku
Diam-diam terisak di balik tawa riangku

Ya Rabb..
Teriakku dalam hatiku..
Aku yang sebesar ini tetaplah seorang anak..
Aku merindukan dunia kecilku..
Yang dekat dengan jantung ibuku..

Tapi ini pilihanku
Dan akupun tetap berjalan
Mencapai satu duniaku yang pasti
Dunia yang ku akan kekal didalamnya
Dunia yang penuh dengan ridho-MU

Ya Rabb..
Aku tidak bertanya..
Kemana aku harus berjalan?
Mengapa aku berjalan?
Dan kapan aku akan berhenti..
Hanya saja...
Kirimkan aku teman untuk berjalan..
Seseorang yang mau bersandar di pundakku..
Seseorang yang punya tujuan sama denganku..
Seseorang yang mau menemaniku setiap langkahku..

DAN MEMERLUKAN AKU DI SETIAP LANGKAHNYA....

Senin, 18 April 2011

Terlalu Banyak Tanya

Mungkin saat seorang anak kecil banyak bertanya, "Kenapa begini? kenapa begitu?" orang-orang akan berkata, "Wah anak ini suatu saat akan tumbuh menjadi orang yang cerdas," Karena ia memerlukan alasan untuk segala sesuatu.

Tapi tidak untuk seorang hamba kepada Pencipta-nya. Jika seorang hamba bertanya pada Rabb-nya, "Kenapa begini? kenapa begitu?" ini bukan suatu bentuk kecerdasan seorang hamba, tapi justru bentuk kedurhakaan seorang hamba.

Allah SWT telah berfirman:
“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Ath-Thalaq: 3)

Apalagi yang harus dirisaukan?? Jika ALLAH SWT sudah berjanji, itu yang akan terjadi. Kita hanya diminta berusaha, dan serahkan semuanya pada ALLAH. Yang bisa mewujudkan semuanya adalah ALLAH SWT, Bukan kita..!! Kita ini hanya pembuat rencana yang TERLIHAT "sempurna" (Padahal rencana kita itu berantakan!!!) tapi ALLAH SWT lah pemegang kuncinya. Dan ALLAH lah pembuat sebaik-baiknya rencana. Kalau DIA berkata "Kun" maka jadilah apa yang DIA kehendaki, tapi kalau tidak, ALLAH lah pemilik segala sesuatu.

Maka sudah seharusnya kita menggantungkan segala harapan kita pada ALLAH, segala urusan kita, keinginan dan harapan kita. Dan Insya ALLAH keinginan, harapan, dan tujuan kita akan tercapai dengan izin ALLAH, sama sekali bukan karena usaha kita sedikitpun.

“Kemudian jika kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.” (Ali Imran: 159)

Dan yakinlah, apa yang terjadi pada diri kita, walau hal terburuk sekalipun, itu adalah yang terbaik untuk kita dari Rabb kita.

Kadang begitu susahnya memberitahu diri ini!!!!! Harus ku hukum dengan apa diri ini supaya ia benar-benar tahu, ALLAH lah Penentu segala sesuatu.

Aku ingin menghapus kata "kenapa" dari memori otakku. Susah banget kayaknya kalo gak tanya "kenapa", termasuk sama diriku. Padahal tidak ada yang pernah terjawab.

Aku gak mau dengan kata "kenapa" ini aku menjadi hamba yang durhaka pada ENGKAU ya Rabb.
Ampuni aku ya Rabb.. Jadikanlah aku seikhlas Nabi Ibrahim as, saat diminta mengorbankan putranya. Sepasrah Nabi Ismail as, yang menyerahkan dirinya untuk disembelih. Sesabar Nabi Ayyub as, dan Segigih Nabi Nuh as saat berdakwah.

Ya Rabb, akulah si pembuat rencana yang gak pernah benar, bimbinglah aku Wahai Sang Pembuat Sebaik-baiknya Rencana.
Ampuni aku ya Rabb..

(tulisan acak-acakan dariku yang sedang marah kepada diri sendiri, yang gak pernah mengerti dan banyak tanya..aku marah n kecewa sama diri sendiri)

Sabtu, 16 April 2011

Sebentar Saja..

Kau tahu..

INGIN KU LEPAS SEMUA…

Tolong!!! biarkan aku kali ini..
Jangan lagi kalian menawarkan tangan-tangan kalian yang lembut, yang selama ini kalian ulurkan. Baik ikhlas ataupun pura-pura ikhlas..

Biarkan aku!!!

Ku ingin duduk disana, tanpa dia, tanpa kau, tanpa semua.
Aku hanya ingin D I A M dan S E N D I R I .!!

Aku sudah benar-benar merasa L E L A H.

Lelah dengan segala topeng yang kupakai, Topeng-topeng yang membuat semua memandang dan menilai aku sebagai orang hebat, bahkan mungkin sempurna.

Aku lelah, ingin sebentar saja menjadi diriku, jujur, bahkan pada diriku. Berhenti dari kepura-puraan yang selama ini mengatakan padaku, bahwa semuanya akan baik2 saja.
Semuanya tak sebaik itu..
Tak baik..
Tak mengalir..
Apalagi sempurna..!!

Biakan aku diam.
Kemudian aku akan kembali.
Setelah aku lelah dengan diamku.
Kembali memakai topeng-topengku lagi.

Tapi yang jelas..
Sekarang aku ingin istirahat.
Menggantungkan topeng-topeng itu di dinding..
Sebentar saja..!!


Aku tahu, ini tak boleh. Akupun belum selemah itu,,aku masih kuat, ALLAH gak pernah meninggalkanku, keluargaku tak pernah meninggalkanku, teman-temanku tak pernah meninggalkanku, dan kalian pun masih ada bersamaku. Akan terus ku pakai topeng itu, Terus berjalan, Terus berpura-pura, Terus bertahan, Terus berusaha. Untuk melakukan yang terbaik dalam hidupku.

Ini hanya tulisan, ungkapan lelahku, bukan keinginanku untuk menyerah atau diam.
Aku akan tetap terus berusaha Insya ALLAH..
Biarkan aku menulis di sini, di tempat dimana aku ingin menjadi “aku”, menanggalkan topengku sebentar saja..!!

Rabu, 13 April 2011

Ingin Pulang...

Setiap hari aku hanya berfikir...
Aku harus bertahan sehari lagi..
Aku sudah lelah di sini...

Semuanya tak membaik...
Diriku pun semakin buruk...
Tak ada yang bertambah...
Tak ada kemajuan...

Kalau bisa aku ingin berteriak...
Aku ingin pulang ke rumahku...
Menjadi diriku yang dulu...
Yang lebih baik...

Sungguh, Aku hanya ingin pulang....

Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan

Hari ini, dimulai dengan bismillah dan sholawat dan diikuti dengan berkali-kalinya terucap dalam hatiku “Fabiayyi a laa I robbikumaa tukadzzibaan” aku ingin sedikit berbagi cerita..

Teringat beberapa tahun lalu saat aku masih sekolah di kejuruan, seorang guruku disana yang sempet ngobrol banyak sama aku menyampaikan dua hal yang memang sangat mendalam banget buat aku dan terus terngiang sampe hari ini, bahkan sampai saat ini juga.

“Sekeras apapun kau melemparkan bola ke dinding, bola itu akan kembali lagi ke arah kita dengan cara yang sama.”
Mungkin bagi para fisikawan hal ini gak bisa diterima, tapi bagiku kalimat sederhana dari orang yang sederhana ini seperti memberi pelajaran buatku. Sederhananya “Kalau kagak mau dicubit ya jangan nyubit.” atau “Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai..”

Yang kedua, dengan begitu yakinnya, beliau berkata setelah bercerita tentang pengalaman hidupnya.“Yakinlah, apa yang pernah kita impikan saat kecil, pasti akan menjadi kenyataan suatu saat nanti, walau mungkin sedikit menyimpang, bahkan mungkin saat kita sudah tidak lagi memimpikannya.Coba renungkan, dan suatu saat kamu akan berkata bahwa apa yang saya bilang ini benar.”

Aku waktu itu cuma bisa merasakan kekuatan keyakinannya,, Tapi belum bisa menemukannya. Tapi setelah merenung, dan flashback ke kehidupanku selama ini, ucapan Subhanallah terus-terusan meluncur dari hatiku saat menyadari satu demi satu impianku terpenuhi. Demi ALLAH.. aku berani berkata, memang kagak ada nikmat ALLAH yang bisa kita dustakan.. Dan inilah cara ALLAH mengabulkan doa hamba'NYA.

Subhanallah...

Jumat, 08 April 2011

Buatlah Lebih Bermakna..

Ketahuilah, proses lahirnya kita ke dunia ini telah “membunuh” ribuan nyawa yang siap lahir ke dunia. Manusia telah membunuh ribuan sperma yang menuju ovum, yang “mereka”, mungkin saja, lebih siap dan bertanggung jawab untuk hidup dari pada kita. Untuk apa waktu itu kita menyingkirkan “sperma – sperma” itu kalau sekarang kita hanya jadi “pecundang” ?

Hidup itu adalah sebuah pilihan. Jika saat ini kita telah hidup di bumi Allah SWT ini, berarti pada saat itu kita telah menerima tawaran dari Allah SWT, dengan perjanjian untuk hidup dan menghadapi apa yang akan terjadi di dunia ini dan segala tantangan yang ada di dalamnya. Dan sudah seharusnya kita konsekuen dengan pilihan kita itu.

Allah SWT berfirman “Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah - Ku”. Itu adalah salah satu wujud dari konsekuenitas kita. Beribadah kepada Allah SWT adalah kewajiban kita. Ingat ! Sesempurna, selama dan sebanyak apapun kita beribadah, derajat Allah SWT tidak akan naik walau satu inchi, dan sebanyak apapun kita melakukan dosa dan kemaksiatan, derajat Allah SWT juga tidak akan turun sedikit pun. Berapa sih “harga” ibadah kita jika dibandingkan dengan ibadah para malaikat yang kerjanya dari mulai diciptakan sampai kiamat kelak kerjanya hanya beribadah dan bertasbih kepada Allah SWT. Tentu tidak ada harganya sama sekali. Jadi sudah seharusnya kita beribadah kepada Allah SWT dengan ikhlas Saat nantinya kita masuk surga itu hanyalah semata – mata rahmat dari Allah SWT.

Selain itu, dalam hidup manusia harus memberikan manfaat untuk orang lain. Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik – baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi orang lain”. Betapa celakanya manusia kalau ia tidak menjadikan dirinya bermanfaat untuk orang lain, bahkan selama hidupnya hanya menjadi beban bagi orang lain. Karena itulah kita harus hidup dengan memberikan manfaat pada orang lain, walau hanya sedikit yang dapat kita lakukan, jika itu kita lakukan dengan ikhlas, tentu akan membawa manfaat yang besar bagi orang lain.

Ali bin Abi Tholib ra berkata : “Ketika kau dilahirkan kau menangis sedangkan orang di sekelilingmu tertawa, maka buatlah ketika kau meninggal kau tersenyum sedangkan orang lain menangis”. Yang dimaksud disini bukanlah supaya kita ditangisi oleh orang lain dan merasa bangga karenanya, tapi itu dimaksudkan bahwa jika orang lain merasa kehilangan atas kepergian kita berarti semasa hidup kita telah memberi manfaat bagi orang lain.

Sesungguhnya itulah hidup. Berusaha sebaik mungkin beribadah kepada Allah SWT, sebaik mungkin menjalin hubungan dengan sesama manusia. Karena untuk itulah sesungguhnya manusia diciptakan.

Untuk itulah wahai manusia mulai sekarang berusahalah untuk menjadi manusia yang “sempurna“. Memang tidak ada manusia yang sempurna kecuali Rasulullah SAW, tetapi kita setidaknya telah berusaha untuk meneladani Beliau SAW. Karena sesungguhnya dalam hidup yang dinilai bukan hasil akhir dari yang kita lakukan, tetapi usaha yang telah kita upayakan dalam kehidupan di dunia ini.

Abah...

Kesederhanaannya membuatku kagum..
Kedewasaannya mengajarkanku bagaimana menjadi Lelaki..
Bagaimana bersabar..
Bagaimana bersyukur..
Bagaimana cara mengerti..
Dan dengannya aku belajar pasrah dan berserah..

Hari-hari yang kulalui kini,
mungkin menjadi hari-hari terbaik..

Aku kagum padanya..
Kerendahan hatinya membuatnya begitu di hormati dan di segani..

SATU DUA KATA DARINYA MEMBERI BANYAK ARTI..


أللَّهُمَّ خَفِّضْ لَهُمَا صَوْتِي، وَأَطِبْ لَهُمَا كَلاَمِي، وَأَلِنْ لَهُمَا عَرِيْكَتِي، وَاعْطِفْ عَلَيْهِمَا قَلْبِي، وَصَيِّرْنِي بِهِمَا رَفِيقاً، وَعَلَيْهِمَا شَفِيق


Di bawah naungan Cinta dan Ridha'NYA..
Ku mohon pada'MU ya Rabb..
Lindungilah Ayahku..
Laki-laki hebat yang biasa ku panggil Abah..

Selasa, 05 April 2011

Hikmah Di Balik Sakit

Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (Al Anbiyaa’: 35).


Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir Al Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan”. (Tafsir Ibnu Jarir).

Kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat dinalar oleh akal manusia.

Sakit Menjadi Kebaikan bagi Seorang Muslim jika Dia Bersabar..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Sakit Akan Menghapuskan Dosa..

Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, ”Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Asy-Syuura: 30).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.” (HR. Muslim)

Sakit akan Membawa Keselamatan dari Api Neraka..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi.” (HR. Muslim)

Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)

Sakit akan Mengingatkan Hamba atas Kelalaiannya..

Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya.

Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, ”Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.” (Al An’am: 42), yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara ta’at dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)

Terdapat Hikmah yang Banyak di Balik Berbagai Musibah..

Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)

Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih).

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Aamiin..

Senin, 04 April 2011

Tentang Waktu

Alarm itu berbunyi lagi..
Ya Satu tahun lagi....

Ya Allah...
Aku, terlahir dari perut sang Ibu tepat di tanggal yang sama 3 Februari 31 Tahun lalu...
Bukan waktu yang sedikit. Proses waktu yang berjalan, pengalaman silih berganti, jalan hidup yang berliku.. terjal.. turun.. naik.. datar.. Subhanallah...

Ujian..
Cobaan..
Kebahagiaan..
Suka..
Duka..
Tangis..
Tawa...

Tahun demi tahun berlalu..
Apa yang telah kuisi?
Sementara jatah hidupku semakin berkurang
Apakah aku telah siap dengan malaikat maut yang setiap saat bisa datang menjemputku?
menjawab pertanyaan 'dimana engkau ingin dikubur' pun sampai sekarang aku belum bisa menjawabnya..

Sementara saat itu adalah PASTI..
Apa yang akan kubawa?
Apakah bekalku selama ini cukup untuk dibawa nanti?
ataukah bekal yang kupersiapkan akan habis di tengah jalan?

Ya Rabb..
Aku mohon padaMu dengan sepenuh hati...
Bimbing hamba ke jalan yang lebih baik.. setiap hari sepanjang hidupku dalam sisa hidupku ini..

Jadikan hamba menjadi hamba-Mu yang selalu melangkah berfikir berucap hanya untuk mencari ridha-Mu

Jadikan aku hamba yang selalu dicintai oleh-Mu.. orang tuaku.. keluargaku.. teman-temanku.. dan orang-orang di sekitarku..

Jadikan aku sebaik-baik hamba yang berguna untuk sebanyak-banyak manusia yang lain..

Jadikan aku orang yang lembut dan rendah hati.. Jauhkan dari sifat keras dan tinggi hati..

Jadikan aku hamba-Mu yang selalu tidak senang akan kebatilan dan kemungkaran.. Jangan jadikan hamba bagian daripadanya sedikitpun.. berikan kekuatan kepada hamba untuk melawannya.. dengan apapun yang hamba bisa..

Jadikan aku hamba yang sabaaaarr... dengan segala ketentuanMu.. dengan segala cobaan-Mu.. dengan segala apapun yang hamba tidak sukai dan tidak hamba harapkan..

Jadikan aku hamba yang selalu bisa bersyukur atas semua karunia-Mu yang tidak terhingga.. dan bisa melihat & mensyukuri sekecil apapun karunia-Mu itu..

Jadikan aku hamba yang hanya mengisi detik hidupnya.. setiap menit.. setiap hari.. hanya untuk beribadah kepada-MU..

Jadikan aku hamba-Mu yang selalu bisa menunaikan kewajiban-kewajiban dengan ikhlas... Kewajiban kepada-Mu.. dan kepada makhluk-makhlukMu..

Jadikan aku hamba-Mu yang hanya menggunakan Al-Quran & Assunnah sebagai tuntunan hidupku.. Jauhkan hal-hal selain dari padanya...

Jadikan aku hamba yang menjadikan Engkau satu-satunya yang hamba cintai.. Cinta kepada selain MU hanyalah sebagai salah satu cinta dari cintaku pada-Mu.. dan sebagai jalan untuk meraih cinta-Mu.. Itupun karena cinta yang Engkau berikan kepada kami sebagai bukti kebesaran-Mu dan cinta Engkau pada kami..

Jadikan aku hamba yang selalu bisa melihat kebaikan orang lain.. dan bisa menutupi keburukan orang lain sebagaimana Engkau selalu menutupi keburukan kami..
Hapus seluruh catatan buruk kami ya Rabb.. jadikan hanya catatan yang baik saja yang ada pada-Mu.. hamba bertaubat dengan sebenar-benar taubat terhadap apapun yang pernah hamba lakukan yang tidak Engkau ridhoi... Ampuni ya Rabb.. tanpa ampunan dan petunjuk-Mu hamba sesat...

Berikan hamba ilmu yang bermanfaat.. agar semakin sadar akan kecilnya hamba dan semakin Besar-Nya engkau ya Rabb..

Berikan cahaya di dalam hati hamba.. penglihatan hamba.. pendengaran hamba.. agar selalu bisa melihat mendengar apapun dari-Mu

Berikan hamba rizki yang luas.. agar bisa mengabdi lebih luas di jalanmu.. Jadikan usaha kami adalah usaha yang barokah.. dan selalu ada dalam jalan-Mu

Engkau Maha Tahu.. Engkau Maha Pengabul Do'a...
Berikan hamba hati yang hanya tertaut pada-Mu..

Jadikan kami hamba yang bisa menguasai emosi kami... Jangan jadikan emosi yang menguasai kami..

Jaga lidah kami.. Agar kami tidak tegelincir kepada nerakaMu karenanya.. Jadikan kami hamba yang bisa mengontrolnya untuk hanya mengeluarkan kata-kata yang baik..

Jaga hati kami ya Rabb yang Maha membolak-balik hati.. agar selalu berada di jalan-Mu..

Jadikan rumah kami adalah baiti jannatii.. rumahku surgaku..

Jadikan akhir hayat kami adalah akhir hayat yang baik.. Husnul Khotimah..

Lapangkan kubur kami.. berikan cahaya di dalamnya..

Lindungi kami dari siksa kubur

Lindungi kami dari fitnah.. fitnah dunia ataupun akhirat..

Berikan kami sebaik-baik tempat kembali ya Allah..

Engkau pemilik kami.. dan Engkau juga pemilik neraka.. lindungi kami daripadanya ya Rabb..

Ya Allah..
Ampunilah kesalahanku, kejahilanku, tingkah berlebihan dalam perkaraku, serta apa yang Engkau lebih tahu dariku.
Ya Allah..
Ampunilah keseriusan dan sikap humorku, ketidaksengajaan dan kesengajaanku, dan seluruh perbuatan seperti itu yang ada padaku.
Ya Allah..
Ampunilah apa yang aku dahulukan dan apa yang aku akhirkan, serta apa yang sembunyikan dan apa yang aku beritahukan, dan Engkau adalah Yang memajukan dan Engkau pula Yang memundurkan, dan Engkau adalah Maha kuasa atas segala sesuatu

Ya Allah, Engkau Rabbku, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu dan aku akan terus berada dalam jalan dan janji-Mu selama aku mampun. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat, dan aku mengakui nikmat yang Engkau berikan kepadaku, dan aku akui pula dosa yang telah aku perbuat, maka ampunilah daku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain daripada Engkau...

Ya Allah...
Jadikanlah umurku yang masih bersisa ini untuk bernilai disisi'Mu. Janganlah dibiarkan aku menyiakan umur ku ini..dan sudilah kiranya untuk meletakkan namaku ini dalam senarai penghuni syurga'Mu…Aamiin.

"Ya Allah, jadikanlah kebaikan itu pada penghujung umurku. Ya Alloh jadikanlah kesudahan amalku itu adalah ridho-Mu. Ya Allah jadikanlah saat yang terbaik bagiku adalah ketika aku menemui-Mu.”(HR. Thabrani)

Ya Allah...
Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar menumbuhkan rasa cinta kepada-Mu dalam dadaku, kecintaan terhadap orang yang mencintai-Mu, dan kecintaan terhadap amal yang mendekatkan aku kepada cinta-Mu. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada junjungan Rasululloh SAW, keluarga, dan para sahabat serta umatnya yang tetap istiqomah hingga akhir nanti.


Ya Allah...
Terlalu naïf rasanya jika hamba-Mu ini selalu mengeluh, merasa kurang padahal begitu banyak nikmat yang telah engkau berikan padaku.
Ya Allah, sesungguhnya hitungan nafas telah Kau tetapkan, alangkah meruginya aku yang telah menyia-nyiakannya, maka bimbinglah hambamu ini dalam mengemban amanah usia ini, ampunkan dosa-dosa yang telah hamba lakukan Ya Ghofur, jadikan saat-saat yang terbaik dalam kehidupanku adalah saat bermunajat dengan-Mu...

Duhai Rabbi…bantu hamba menjadi pribadi yang lebih baik lagi dimasa kini dan yang akan datang………

Engkau Maha Pengabul Do'a
Engkau Maha Mendengar dan Maha Melihat Ya Allah..
Kabulkan doa hamba ya Rabb..
Juga doa-doa keluarga hamba..
teman-teman hamba..
kaum muslimin & muslimat yang juga berdoa kepada-Mu ya Rabb..


Alhamdulillahi Rabbil Alamin...
Semoga dalam keheningan dapat kuraih hidayah dan cinta-MU dalam sujud ini…
Amiin ya rabbal ‘alamiin

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. " (Al-Imran:185)

Belajar dari Kesalahan


Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan.
Semua orang pernah keluar dari jalur yang telah ia pilih sebagai jalan hidupnya. Namun cukuplah satu kali kesalahan itu menjadi pembelajaran yang bermakna, yang justru akan menjadikan kita sebagai manusia yang "tak akan pernah salah lagi".

Orang cerdas akan menjadikan kesalahan sebagai referensi sekaligus motivasi
agar ia tak pernah jatuh pada lubang yang sama. Ia juga akan menjadikannya sebuah tantangan, jikalau ia mampu menepis segala keraguan dunia untuk mengatasi, atau bahkan menaklukkan kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat.
Konsekuensi logisnya, ia akan mampu menjadi luar biasa justru dari kesalahan itu. Kesalahan adalah guru yang paling efektif untuk membina seseorang.

Banyak fakta menunjukkan, terbentuknya seseorang menjadi manusia yang hebat adalah karena ia telah mengalami “penderitaan” terlebih dahulu.
Penderitaan di sini harus dimaknai dengan lebih luas. Penderitaan di sini
lebih menjurus kepada sikap mental yang gigih dan pekerja keras, selalu
bersedia mengalami masalah karena justru dari sanalah kematangan yang
sebenarnya akan didapatkan.

Nada sumbang dapat datang dari mana saja,bahkan dari seorang yang sangat
dekat dengan kita. Langkah paling bijak untuk menyikapinya adalah dengan menutup mata terhadap suara-suara tersebut, kecuali yang membuat kita menjadi lebih baik.

Orang tak akan pernah lelah untuk mengomentari segala hal yang kita lakukan.
Mereka hanya akan berhenti jika kita telah membuktikan kalau kita berhasil
mencapai apa yang menjadi tujuan kita.

Karena itu, memendam segala mimpi dalam hati adalah solusi terbaik.!!

Hancurkan Zionis

Semaleman datang ke acara yang bahas tentang Palestina... Dengerin cerita tentang tragedi disana...
Ya ALLAH Begitu terdzholiminya saudara kita disana...

Yang buat ana merinding itu ucapan narasumbernya, dia bilang: (kurang lebihnya)
"Betapa nikmatnya saat orang makan ayam di Mc Donald, mematah-matahkan tulangnya, sebagaimana zionis mematah-matahkan tulang anak-anak kecil di Palestina."

Yang kedua, si nara sumber mengutip ucapan salah satu dari pejuang Ghaza, yang kurang lebih isinya:

"Kami telah dipilih oleh ALLAH SWT untuk menjadi benteng kaum muslim... Kami korbankan diri kami, harta kami, anak-nak dan keluarga kami untuk melindungi masjid Al-Aqso, kiblat pertama umat Islam...
Sungguh!!! Jikalau kami gugur sebagai syahid dan anda semua terus membisu, kami akan tuntut balas atas kebisuan kalian semua. Kami tidak akan ridho atas semua ini dan kami akan menuntut balas pada Allah dan kami tidak akan memaafkan."

Wallahua'lam...

Tapi jika itu benar-benar diucapkan oleh rakyat Palestina... Astaghfirullahal'adziim...

Beranikah kita mempertanggungjawabkan kebisuan kita sekarang ini.??
Bisakah kita mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang kita keluarkan untuk membantu zionis, dengan membeli produk-produk mereka.??

Ya menghindari 100% mungkin gak akan bisa, tapi sebisa mungkin, hindarilah...!!
Paling tidak, ingat satu hal:
Setiap kita mengeluarkan rupiah untuk membeli barang-barang zionis, kita akan terus melihat air mata dari anak-anak kecil dan orang-orang tua di Palestina... Dan mungkin saja mereka akan benar-benar meminta pertanggungjawaban kita..!!!

Satu Menit Saja

Aku,, benar-benar ingin ada disampingnya saat ini..

Satu jam saja..

Atau satu menit saja..

Untuk sekedar melihat senyumnya..

Hanya itu saja, tak lebih..!!

Ketika Kesulitan Mendera

Saya sangat-sangat capek. Tetapi saya yakin masih ada yang lebih capek dan terbebani. Hidup ini katanya tak bermakna jika tak ada beban, maka insan biasanya akan mencari beban itu.
Tetapi ketika dipertemukan dengan beban dan kesibukan, maka didapatinya dirinya menjadi sesak karena terhimpit beban yang berat.

Manusia tidak mampu menakar kekuatannya sebenar-benarnya, tetapi Allah Maha Tahu berapa berat beban yang harus ditanggung oleh setiap jiwa. Karenanya orang yang memilih jalan pintas dengan bunuh diri karena beban hidup, tidak meyakini-Nya bahwa Dia Maha Pengatur yang terbaik.

Untuk rasa sakit, ada kesembuhan. Untuk penyakit, ada obat. Untuk haus, ada air. Untuk kesulitan, ada kelapangan. Dalam kesempitan, ada kebahagiaan. Dalam gelap, pasti akan ada cahaya terang.
Api yang menghimpit Ibrahim Al Khalil, bisa menjadi mudah dan dingin.
Lautan di hadapan Musa AS bisa terbelah dan digunakan untuk berjalan.
Yunus Bin Matta AS, akhirnya keluar dari tiga gulita, karena kasih sayang Alloh Al Jaliil ( Yang Maha Mulia ).
Rasulullah Al Mukhtar ( yang Terpilih ) pernah berada di dalam gua, dikelilingi oleh para kuffar. Hingga berkata Abu Bakar Ash Shiddiq ra, "Sesungguhnya orang-orang kafir hanya berjarak beberapa jengkal. Kami khawatir bila terjadi kehancuran".

Rasulullah SAW sang pemilik keyakinan dengan penuh ketegasan bersabda,

"Sesungguhnya Allah bersama kita. Dia mendengarkan kita. Diamelindungi kita. Sebagaimana Dia telah menghimpun kita.
Katakanlah kepada orang yang tenggelam dalam putus asa dan telah terjatuh. Kepada orang yang telah patah arang dan terpuruk."

Kepada orang yang ternodai pemahamannya dalam masalah taqdir. Bekerjalah dan beramallah, sesungguhnya Allah SWT justru menurunkan hujan setelah manusia putus asa terhadap hujan.

Adalah Bilal pernah terkapar di atas tanah tandus, tapi dialah yang kemudian menaiki Ka'bah Baitullah untuk mengumandangkan seruan adzan. Dialah yang memperdengarkan bumi dengan suara langit.
Adalah Yusuf AS pernah lama terpenjara di balik jeruji besi. Tapi kemudian ia bisa menjadi seorang Raja Mesir setelah Al' Aziz.
Adalah Umar Bin Khattab ra seorang penggembala kambing di Mekkah. Lalu dialah orang yang bisa menebarkan keadilan dalam masa kekuasaannya. Lalu namanya terpahat di baju besi. Dan dialah yang memotong tali pelanggaran. Dia juga yang suaranya
menggelegar menghentak penguasa tirani.

Allah SWT pasti akan menciptakan kemudahan setelah kesulitan.
Tidakkah kita tahu, sesungguhnya pasti ada keadaan lain yang Allah berikan setelah kesulitan? Allah SWT yang mematahkan tali pengikat orang-orang yang terpenjara di jeruji para penguasa otoriter.
Apakah kita mendapati seorang tahanan selamanya berada didalam penjara yang gelap ?
Tidak ada bencana yang terus menerus terjadi. Karena di sana ada Allah SWT Yang Maha Sendiri dan satu-satunya Tempat Meminta.

Siapapun yang melazimkan istighfar, maka Alloh SWT akan menjadikan jalan keluar dari setiap kesulitannya . Allah SWT yang akan memberinya jalan penyesalan terhadap setiap kegundahannya.
Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah, tidak ada daya dan upaya kecuali Allah SWT.
Dengan kalimat itu, segala beban mampu terpikul, semua kengerian bisa terlewati, seluruh keadaan bisa lebih baik, lebih melapangkan pikiran dan menambahkan rasa ridho kepada Allah Al Jalal.

Seringkali kita berputus asa tatkala kesulitan atau mengalami cobaan.
Padahal Allah telah memberi janji bahwa di balik kesulitan pasti ada jalan keluar yang begitu dekat.

Dalam Surat Asy-Syarh, Allah SWT berfirman :

“ Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
[ QS Asy-Syarh (94) : 5 ].

Ayat inipun di ulang setelah itu :

“ Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
[ QS Asy Syarh (94) : 6 ].

Karena Allah sudah menjanjikan pertolongan, maka tidak ada cara lain, sebelum dan setelah usaha yang maksimal, selain memohon kepada-Nya berharap datangnya keringanan, kelancaran dan bertambahnya kesabaran.

Aamiin...

Islam dan Hujan


Hujan..
ternyata banyak pesan yang dapat kita
ambil dari sekedar turunnya hujan, dari sekedar tetesannya yang
dapat menghidupi jutaan mahkluk yang ada di dunia ini. Hujan
dengan tetesannya, tidak pernah memilih-milih tempat dimana dia
akan jatuh. Dia senantiasa jatuh dan turun menyirami tanah dimana
saja ..

Tetesan hujan, dia akan senantiasa jatuh pada sebuah
rumah yang megah, dan dia senantiasa dengan senang jatuh pada
sebuah rumah yang kumuh. Dia akan senantiasa jatuh pada
pelataran rumah seorang yang Alim, tapi .. dia pun tidak keberatan
untuk jatuh pada pelataran seorang rumah penjahat. Dia akan
menetes pada sebuah daun yang hijau, dan dia akan senantiasa
ikhlas jatuh pada sebuah ranting yang kering.
Dia akan jatuh membasahi rumput yang hijau, dan dia akan membasahi pula
sebuah got yang kotor.

Hujan adalah rahmat Allah untuk sekalian
alam. Dengan sifatnya dia menghidupi semuanya. Tanpa pilih
tempat untuk membasahi permukaan bumi.
Terus, Makna apa lagi yang tersirat dalam tiap tetes hujan tadi?

Yaa..selain rahmat Allah dengan segala sifat-Nya yg tidak terbatas pada semua mahkluk, juga..Islam..!!

Islam rahmatan lil Al'amiin..

Yup, Islamlah tiap tetes air hujan itu!
Islamlah rahmat itu..!!
Islam turun untuk semua umat manusia..

Dia datang bukan untuk siapa-siapa, dia datang bukan untuk menjadi
hak milik prerogratif segelintir kaum atau orang.
Islam untuk sekalian alam.!!

Yahhh..seperti tetesan hujan itu..
Dimanapun, siapapun dia..berhak untuk mengecap rahmat yang Allah berikan.

Tentang Dunia



Kondisi dunia ini penuh kenikmatan , banyak pilihan, penuh
rupa, dan banyak warna. Semua itu bercampur baur dengan
kecemasan dan kesulitan hidup. Dan kita adalah bagian dari dunia
yang berada dalam kesukaran. Kita tidak akan pernah menjumpai
seorang ayah, istri, suami, kawan, tempat tinggal, atau pekerjaan
yang padanya tidak terdapat sesuatu yang menyulitkan. Bahkan
kadang kala justru pada setiap hal terdapat sesuatu yang buruk dan
tidak kita sukai. Maka dari itu, padamkanlah panasnya keburukan
pada setiap hal itu dengan dinginnya kebaikan yang ada padanya itu
kalau kita mau selamat dengan adil dan bijaksana. Pasalnya,
betapapun setiap luka pasti ada harganya.

Allah SWT menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya
dua hal yang saling berlawanan, dua jenis yang saling bertolak
belakang, dua kubu yang saling berseberangan dan dua pendapat
yang saling berseberangan. Yakni, yang baik dengan yang buruk,
kebaikan dengan kerusakan, kebahagiaan dengan kesedihan. Dan
setelah itu, Allah akan mengumpulkan semua yang baik, kebagusan
dan kebahagiaan itu di surga. Adapun yang buruk, kerusakan dan
kesedihan akan dikumpulkan di neraka. “Dunia ini terlaknat dan
terlaknat semua yang ada didalamnya, kecuali dzikir kepada Alloh dan
semua yang berkaitan dengannya, seseorang yang ‘alim dan
seseorang yang belajar”, begitu hadits berkata.

Maka, jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang
ada. Jangan larut dalam khayalan. Dan, jangan pernah menerawang
ke dalam imajinasi. Hadapi kehidupan ini apa adanya, kendalikan jiwa
kita untuk dapat menerima dan menikmatinya. Bagaimanapun tidak
mungkin semua teman tulus kepada anda dan semua perkara
sempurna dimata kita. Sebab ketulusan dan kesempurnaan itu ciri
dan sifat kehidupan dunia.

Adalah seyogyanya bila kita merapatkan barisan,
menyatukan langkah, saling memaafkan dan berdamai kembali,
mengambil hal-hal yang mudah kita lakukan, meninggalkan hal-hal
yang menyulitkan, menutup mata dari beberapa hal untuk saat-saat
tertentu, meluruskan langkah, dan mengesampingkan berbagai hal
yang mengganggu. Sungguh betapa banyak penderitaan yang
terjadi, betapa banyak pula orang-orang yang sabar menghadapinya.

Maka kita bukan hanya satu-satunya orang yang mendapatkan
cobaan, mungkin saja penderitaan atau cobaan kita tidak seberapa
dengan cobaan orang lain. Maka dari itu, hadapilah hidup ini apa
adanya. Dan yakinkan kita mampu menghadapinya. Apapun yang
terjadi pada diri kita, jangan gegabah, konsentrasi. Karena segala
cobaan hidup adalah bunga kehidupan dan banyak jalan untuk dapat
menyelesaikannya. Jangan dulu pesimis alam menghadapinya.
Karena sang Pencipta tidak mungkin memberikan cobaan pada
hambanya dengan lebih berat dari kemampuannya.

Perempuanku..

perempuanku, apa kabar mu hari ini?…
harapku, kamu baik-baik saja dan bahagia selalu…

perempuanku, apa mendung masih menggantung dalam hatimu?
harapku, tak ada mendung apalagi hujan, tapi pelangi yang menghiasi hati dan harimu…

perempuanku, maafkan aku…
maafkan, aku tidak bisa hadir untuk mu dihari itu..
tak bisa menemanimu saat itu…
menghapus tetesan air matamu..
merengkuhmu dalam pelukanku..

perempuanku, pada semesta kamu aku titipkan…
pada Tuhanku kamu aku pasrahkan..

Semoga kamu Bahagia dengannya, meskipun aku yakin..

AKU JUGA MAMPU MEMBAHAGIAKANMU...

Sujud

Saatnya sudah tiba. Lebih dari dua jam lelah mendera mata. Begitu juga jemari ini, mulai terasa kaku. Pinggang dan punggung juga terasa sangat pegal.

Aku meninggalkan kepenatanku di atas meja, berjalan menuju tempat air berada. Melepas penutup kepala dan berniat untuk membersihkan diri. Selesai membasuh sesuai rukun dan tuntunan aku menghadap.

Ruangan yang luas ini menyajikan kelapangan di hati. Ruang yang penuh sesak dipenuhi rekan yang bertujuan sama ini terasa sangat lega di hati.

Aku memulai, melafalkan kebesaranNya . Dan setelah meletakkan sujud ini di bawah, aku merasakan nikmat yang luar biasa. Ya, duduk diantara dua sujud.

Meski tidak melakukan pekerjaan dengan berdiri atau jadi kuli, meletakkan diri pada kursi membawa rasa kelelahan yang teramat sangat. Dan saat meletakkan diri dalam posisi duduk dibawah, itu sangat luar biasa.

Alhamdulillah, aku selalu merasa nyaman saat berada diantara dua sujud.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَعَافِنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَارْفَعْنِي.

“Ya Allah ampunilah dosaku berilah rahmat kepadaku tunjukkanlah aku {ke jalan yg benar} cukupkanlah aku selamatkan aku {tubuh sehat dan keluarga terhindar dari musibah} berilah aku rezeki dan angkatlah derajatku.”

Mari lebih memaknai setiap gerakan dengan bacaan yang terusap dari lisan. Semoga kita terus diingatkan atas keberadaan dan kebesaranNya..

Minggu, 03 April 2011

Maafkan aku Yaa Robb..

Ya ALLAH...
Maafkan hamba-Mu yang suka mengeluh ini...
Maafkan hamba-Mu yang jarang bersyukur ini..
Padahal begitu banyak rahmat yang aku terima dari Mu, Ya Robb...
Aku mungkin terlalu lama menatap atas...
Sehingga aku lupa dengan apa yang ada di bawah...

Ya ALLAH...
Aku disini masih dalam selimut tebal...
Tak melihat apa yang terjadi disana...
Aku tak mendengar suara anak-anak yang merintih...
Air mata mereka yang terus mengalir...
Aku tak mencoba mengerti air mata yang menetes dari para ibu yang tidak bisa menyusui anaknya lagi...
Seolah-olah aku tak tahu...
Tapi sebenarnya aku tak peduli...

Ya ALLAH...
Ampuni aku...
Sampaikan permintaan maafku pada mereka...
Jangan biarkan mereka menuntutku kelak karena kebisuanku ini...
Sungguh ya ALLAH aku tak mampu...

Ya ALLAH...
Aku melihat..
Engkau telah membagikan surga untuk mereka...
Dengan kesabaran dan kegigihan mereka...
Lalu masih adakah surga untuk ku ya ALLAH...

Ya ALLAH...
Jalanku begitu mudah dibanding mereka...
Tapi aku masih saja mengeluh...
Ya ALLAH...
Bisakah aku meraih surga itu?

(Ya ALLAH, imanku masih sangat rendah, aku beribadah untuk memohon ridho-MU, tapi aku masih takut pada neraka-MU... Maafkan aku Ya ALLAH... Sungguh ya ALLAH, aku merindukan bisa merasakan manisnya sholat dan membaca Al-Qur'an... Tapi usahaku tak sebesar keinginanku... Ya ALLAH, tolong buatlah badanku tak mudah lelah, pikiranku tenang, sehinggam aku bisa beribadah pada-Mu sebaik-baiknya... )

Sampai Detik Ini..

Bangun di pagi ini memberi nuansa baru buatku.. Ribuan syukur kupanjatkan pada Robb-ku, Atas segala nikmat dan karunia.
Aku tahu, usiaku berkurang setiap detiknya. Tapi di hari ini, ku semakin sadar,Aku semakin dekat pada asalku,, Dari tanah dan akan kembali ke tanah.

31 tahun yang lalu seseorang ibu mempertaruhkan nyawanya, hanya untuk melihatku di dunia,, tumbuh, dan menjadi penghias matanya. Tak pantas ku sia-siakan semuanya.

JANGANKAN NYAWANYA, KERINGATNYA PUN TAK AKAN MAMPU KU BALAS

Hari demi hari, Dia menyiramkan kehangatan padaku. Sakit karena aku, Menangis karena aku. Sampai hari ini, Dia masih menangis dan sakit untukku.. Doa yang ia panjatkan setiap malam, Hanya untuk kebahagiaanku, Bukan dirinya..

Alhamdulillah,, Puji syukur pada Robb-ku,, Maha benar firman ALLAH:
“Maka nikmat Rabb mu yang manalagi yang akan kamu dustakan?”

Aku.. hari ini kembali merenungkan kehidupanku. Betapa ALLAH telah memberiku kesempatan dari tahun ke tahun. Untuk sebenarnya, memperbaiki kesalahan2ku di masa lampau. Tapi aku lengah, terlena dengan duniaku, lupa dengan asalku,, terlena dengan lembutnya tangan-tangan yang membelaiku, terbuai dengan ambisi duniaku.
Aku mengingat duniaku lebih banyak dari akhiratku, Padahal Robb-ku terus menerus mengingatkanku..

Hari ini.. Ku mohon pada Robb-ku, untuk menghidupkan hatiku, meneranginya dengan cahaya iman. Ku mohon pada Robb-ku, untuk memberiku ketenangan hati, kesehatan, kemampuan. Bukan untukku.. Tapi, walau tak mungkin, untuk membalas segala karunia-NYA. Dengan melakukan yang terbaik dalam hidupku, mejadikan diriku ini bermanfaat bagi orang tuaku, dan semua orang.
Menjadi orang yang bisa membuat Rosul-ku tersenyum dan melihatku..
Aamiin..

Wanita Ahli Neraka & Ciri-cirinya

Golongan Wanita Yang Di Siksa Dalam Neraka "Abdullah Bin Masud r.a. meriwayatkan bahawa Nabi s.a.w. bersabda : "Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah s.w.t. mencatat baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari sang surya akan memintakan ampunan baginya, dan Allah s.w.t. mengangkat seribu derajat untuknya." (H.R. ABU MANSUR DIDALAM KITAB MASNADIL FIRDAUS)
Ali r.a. meriwayatkan sebagai berikut : Saya bersama-sama Fathimah berkunjung kerumah Rasulullah, maka kami temui beliau sedang menangis. Kami bertanya kepada beliau: "Apakah yang menyebabkan engkau menangis wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Pada malam aku di Israkan ke langit, saya melihat orang-orang yang sedang mengalami penyiksaan, maka apabila aku teringat keadaan mereka, aku menangis."

Saya bertanya lagi, "Wahai Rasulullah apakah engkau lihat?" Beliau bersabda:
1. Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih.

2. Wanita yang digantung dengan lidahnya serta tangan dicopot dari punggungnya, aspal mendidih dari neraka dituang ke kerongkongnya.

3. Wanita yang digantung dengan buah dadanya dari balik punggungnya, sedang air getah kayu Zakum dituangkan ke kerongkongnya.

4. Wanita yang digantung, diikat kedua kaki dan tangannya kearah ubun-ubun kepalanya, serta dibelit dan dibawah kekuasaan ular dan kala jengking.

5. Wanita yang memakan badannya sendiri, serta dibawahnya tampak api yang berkobar-kobar dengan hebatnya.

6. Wanita yang memotong-motong badannya sendiri dengan gunting dari neraka.

7. Wanita yang bermuka hitam serta dia makan usus-ususnya sendiri.

8. Wanita yang tuli, buta dan bisu didalam peti neraka, sedang darahnya mengalir dari lubang-lubang badannya (hidung, telinga, mulut) dan badannya membusuk akibat penyakit kulit dan lepra.

9. Wanita yang berkepala seperti kepala babi dan berbadan himmar (keledai) yang mendapat berjuta macam siksaan.

10. Wanita yang berbentuk anjing, sedangkan beberapa ular dan kala jengking masuk melalui duburnya atau mulutnya dan keluar melalui duburnya, sedangkan malaikat sama-sama memukuli kepalanya dengan palu dari neraka.

Maka berdirilah Fatimah seraya berkata, "Wahai ayahku, biji mata kesayanganku, ceritakanlah kepadaku, apakah amal perbuatan wanita-wanita itu." Rasulullah s.a.w. bersabda : "Hai Fatimah, adapun tentang hal itu :

1. Wanita yang digantung dengan rambutnya kerana tidak menjaga rambutnya (di jilbab) dikalangan laki-laki.

2. Wanita yang digantung dengan lidahnya, kerana dia menyakiti hati suaminya, dengan kata-katanya."

Kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda : "Tidak seorang wanita pun yang menyakiti hati suaminya melalui kata-kata, kecuali Allah s.w.t. akan membuat mulutnya kelak dihari kiamat selebar tujuh puluh dzira kemudian akan mengikatkannya dibelakang lehernya."

3. Adapun wanita yang digantung dengan buah dadanya, kerana dia menyusui anak orang lain tanpa seizin suaminya.

4. Adapun wanita yang diikat dengan kaki dan tanganya itu, kerana dia keluar rumah tanpa seizin suaminya, tidak mandi wajib dari haid dan dari nifas (keluar darah setelah melahirkan).

5. Adapun wanita yang memakan badannya sendiri, kerena dia bersolek untuk dilihat laki-laki lain serta suka membicarakan aib orang lain.

6. Adapun wanita yang memotong-motong badannya sendiri dengan gunting dari neraka, dia suka menonjolkan diri (ingin terkenal) dikalangan orang banyak, dengan maksud supaya mereka (orang banyak) itu melihat perhiasannya, dan setiap orang yang melihatnya jatuh cinta padanya, karena melihat perhiasannya.

7. Adapun wanita yang diikat kedua kaki dan tangannya sampai keubun-ubunnya dan dibelit oleh ular dan kala jengking, kerana dia mampu untuk mengerjakan sholat dan puasa, sedangkan dia tidak mau berwudhu dan tidak sholat dan tidak mau mandi wajib.

8. Adapun wanita yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti keledai (himmar), karena dia suka mengadu-domba serta berdusta.

9. Adapun wanita yang berbentuk seperti anjing, kerana dia ahli fitnah serta suka marah-marah pada suaminya.

Dalam sebuah hadis Rasulullah S.A.W. bersabda : empat jenis wanita yang berada di surga dan empat jenis wanita yang berada di neraka dan beliau menyebutnya di antara empat jenis perempuan yang berada di surga adalah :

1. Perempuan yang menjaga diri dari berbuat haram lagi berbakti kepada Allah dan suaminya.
2. Perempuan yang banyak keturunannya lagi penyabar serta menerima dengan senang hati dengan keadaan yang serba kekurangan (dalam kehidupan) bersama suaminya.
3. Perempuan yang bersifat pemalu, dan jika suaminya pergi maka ia menjaga dirinya dan harta suaminya, dan jika suaminya datang ia mengekang mulutnya dari perkataan yang tidak layak kepadanya.
4. Perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya dan ia mempunyai anak-anak yang masih kecil, lalu ia mengekang dirinya hanya untuk mengurusi anak-anaknya dan mendidik mereka serta memperlakukannya dengan baik kepada mereka dan tidak bersedia kawin karena khawatir anak-anaknya akan tersia-sia (terlantar).

Kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda : Dan adapun empat jenis wanita yang berada di neraka adalah :

1. Perempuan yang jelek (jahat) mulutnya terhadap suaminya, jika suaminya pergi, maka ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminnya datang ia memakinya (memarahinya).
2. Perempuan yang memaksa suaminya untuk memberi apa yang ia tidak mampu.
3. Perempuan yang tidak menutupi dirinya dari kaum lelaki dan keluar dari rumahnya dengan menampakkan perhiasannya dan memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik perhatian kaum lelaki).
4. Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan, minum dan tidur dan ia tidak senang berbakti kepada Allah, Rasul dan suaminya.

Oleh karena itu seorang perempuan yang bersifat dengan sifat-sifat (empat) ini, maka ia dilaknat termasuk ahli neraka kecuali jika ia bertaubat. Diceritakan dari isteri Khumaid As-sa-idiy bahwa ia datang kepada Rasulullah S.A.W. lalu berkata : "Hai Rasulullah sesungguhnya aku senang mengerjakan sholat bersamamu". Beliau berkata : "Aku mengerti bahwa engkau senang mengerjakan sholat bersamaku, akan tetapi sholatmu di tempat tidurmu itu lebih baik dari pada sholatmu dikamarmu dan sholatmu dikamarmu lebih baik dari solatmu dirumahmu dan sholatmu dirumahmu lebih baik daripada solatmu di mesjidku". (Bagi lelaki sangat dituntut sembahyang berjemaah di mesjid)

Rasulullah S.A.W. bersabda : "Sesungguhnya yang lebih disukai sholatnya perempuan oleh Allah ialah yang dilakukan pada tempat yang amat gelap dirumahnya".

Diceritakan dari Aisyah r.a. : "Pada suatu ketika Rasulullah S.A.W. duduk di masjid, tiba-tiba masuklah seorang perempuan dari suku Muzainah yang memakai pakaian yang terseret-seret ditanah untuk perhiasan pada dirinya di dalam masjid". Maka Rasulullah S.A.W. bersabda : "Wahai manusia laranglah isteri-isterimu dari memakai perhiasan dan memperindah gaya berjalan di dalam masjid. Kerana sesungguhnya kaum Bani Israil itu tidak dilaknat hingga mereka memberi pakaian isteri-isteri mereka dengan pakaian perhiasan dan mereka berjalan dengan gaya sombong di dalam masjid".

Ibnu Abas r.a. meriwayatkan juga bahwa Rasulullah S.A.W. bersabda : "Apabila seorang wanita keluar rumahnya dengan mempesolek dirinya serta memakai bau-bauan (sedang suaminya redha akan berbuatan yang demikian itu), maka dibangunkan untuk suaminya pada setiap langkahnya sebuah rumah di neraka."

Sabda Rasulullah S.A.W. lagi yang bermaksud : "Jihad seorang wanita ialah taatkan suami dan menghiaskan diri untuknya."

Isteri tidak wajib taat perintah dan arahan suami, apabila perintah dan arahan itu bertentangan dengan hukum Allah S.W.T.

Imam Al-Ghazali menegaskan : "Seorang isteri wajib mentaati suami sepenuhnya dan memenuhi segala tuntutan suami dari dirinya sekiranya tuntutan itu tidak mengandungi maksiat."

Sumber : Rangkuman dari berbagai Kitab

Empat Golongan Lelaki

Di akhirat nanti, ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah :

1. Ayahnya

Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar shalat, mengaji dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

2. Suaminya

Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak-tanduk isterinya. Bergaul bebas di luar, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram. Apabila suami berdiam diri walaupun dia seorang alim, seperti tidak pernah lalai shalat, puasa tidak ketinggalan. Maka dia akan turut ditarik oleh isterinya.

3. Abang-abangnya

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga saudara wanita jatuh ke pangkuan abang-abangnya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik perempuannya dibiarkan melenceng dari ajaran ISLAM, tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

4. Anak Lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram dari Islam, bila ibu berbuat kemungkaran, pengumpat, & sebagainya, maka anak itu akan ditanya dan diminta pertangungjawabannya di akhirat kelak.

Maka kita lihat betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat, maka kaum lelaki yang bergelar ayah atau suami atau abang atau anak harus memainkan peranan mereka.

Firman Allah SWT; “Hai anak adam peliharalah diri kamu serta ahlimu dari api neraka dimana bahan pembakarnya ialah manusia, jin dan batu-batu…”

Harga seorang muslim adalah sangat berharga. Allah SWT nilaikan seseorang
muslim dengan SYURGA, semua kaum muslim dijamin masuk syurga (siapa pun yang mengucapkan kalimah tauhid), oleh karena itu janganlah kita membuang atau tidak mengindahkan janji dan peluang yang Allah SWT berikan pada kita.