Jumat, 08 April 2011

Buatlah Lebih Bermakna..

Ketahuilah, proses lahirnya kita ke dunia ini telah “membunuh” ribuan nyawa yang siap lahir ke dunia. Manusia telah membunuh ribuan sperma yang menuju ovum, yang “mereka”, mungkin saja, lebih siap dan bertanggung jawab untuk hidup dari pada kita. Untuk apa waktu itu kita menyingkirkan “sperma – sperma” itu kalau sekarang kita hanya jadi “pecundang” ?

Hidup itu adalah sebuah pilihan. Jika saat ini kita telah hidup di bumi Allah SWT ini, berarti pada saat itu kita telah menerima tawaran dari Allah SWT, dengan perjanjian untuk hidup dan menghadapi apa yang akan terjadi di dunia ini dan segala tantangan yang ada di dalamnya. Dan sudah seharusnya kita konsekuen dengan pilihan kita itu.

Allah SWT berfirman “Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah - Ku”. Itu adalah salah satu wujud dari konsekuenitas kita. Beribadah kepada Allah SWT adalah kewajiban kita. Ingat ! Sesempurna, selama dan sebanyak apapun kita beribadah, derajat Allah SWT tidak akan naik walau satu inchi, dan sebanyak apapun kita melakukan dosa dan kemaksiatan, derajat Allah SWT juga tidak akan turun sedikit pun. Berapa sih “harga” ibadah kita jika dibandingkan dengan ibadah para malaikat yang kerjanya dari mulai diciptakan sampai kiamat kelak kerjanya hanya beribadah dan bertasbih kepada Allah SWT. Tentu tidak ada harganya sama sekali. Jadi sudah seharusnya kita beribadah kepada Allah SWT dengan ikhlas Saat nantinya kita masuk surga itu hanyalah semata – mata rahmat dari Allah SWT.

Selain itu, dalam hidup manusia harus memberikan manfaat untuk orang lain. Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik – baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi orang lain”. Betapa celakanya manusia kalau ia tidak menjadikan dirinya bermanfaat untuk orang lain, bahkan selama hidupnya hanya menjadi beban bagi orang lain. Karena itulah kita harus hidup dengan memberikan manfaat pada orang lain, walau hanya sedikit yang dapat kita lakukan, jika itu kita lakukan dengan ikhlas, tentu akan membawa manfaat yang besar bagi orang lain.

Ali bin Abi Tholib ra berkata : “Ketika kau dilahirkan kau menangis sedangkan orang di sekelilingmu tertawa, maka buatlah ketika kau meninggal kau tersenyum sedangkan orang lain menangis”. Yang dimaksud disini bukanlah supaya kita ditangisi oleh orang lain dan merasa bangga karenanya, tapi itu dimaksudkan bahwa jika orang lain merasa kehilangan atas kepergian kita berarti semasa hidup kita telah memberi manfaat bagi orang lain.

Sesungguhnya itulah hidup. Berusaha sebaik mungkin beribadah kepada Allah SWT, sebaik mungkin menjalin hubungan dengan sesama manusia. Karena untuk itulah sesungguhnya manusia diciptakan.

Untuk itulah wahai manusia mulai sekarang berusahalah untuk menjadi manusia yang “sempurna“. Memang tidak ada manusia yang sempurna kecuali Rasulullah SAW, tetapi kita setidaknya telah berusaha untuk meneladani Beliau SAW. Karena sesungguhnya dalam hidup yang dinilai bukan hasil akhir dari yang kita lakukan, tetapi usaha yang telah kita upayakan dalam kehidupan di dunia ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar