Hari ini, dimulai dengan bismillah dan sholawat dan diikuti dengan berkali-kalinya terucap dalam hatiku “Fabiayyi a laa I robbikumaa tukadzzibaan” aku ingin sedikit berbagi cerita..
Teringat beberapa tahun lalu saat aku masih sekolah di kejuruan, seorang guruku disana yang sempet ngobrol banyak sama aku menyampaikan dua hal yang memang sangat mendalam banget buat aku dan terus terngiang sampe hari ini, bahkan sampai saat ini juga.
“Sekeras apapun kau melemparkan bola ke dinding, bola itu akan kembali lagi ke arah kita dengan cara yang sama.”
Mungkin bagi para fisikawan hal ini gak bisa diterima, tapi bagiku kalimat sederhana dari orang yang sederhana ini seperti memberi pelajaran buatku. Sederhananya “Kalau kagak mau dicubit ya jangan nyubit.” atau “Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai..”
Yang kedua, dengan begitu yakinnya, beliau berkata setelah bercerita tentang pengalaman hidupnya.“Yakinlah, apa yang pernah kita impikan saat kecil, pasti akan menjadi kenyataan suatu saat nanti, walau mungkin sedikit menyimpang, bahkan mungkin saat kita sudah tidak lagi memimpikannya.Coba renungkan, dan suatu saat kamu akan berkata bahwa apa yang saya bilang ini benar.”
Aku waktu itu cuma bisa merasakan kekuatan keyakinannya,, Tapi belum bisa menemukannya. Tapi setelah merenung, dan flashback ke kehidupanku selama ini, ucapan Subhanallah terus-terusan meluncur dari hatiku saat menyadari satu demi satu impianku terpenuhi. Demi ALLAH.. aku berani berkata, memang kagak ada nikmat ALLAH yang bisa kita dustakan.. Dan inilah cara ALLAH mengabulkan doa hamba'NYA.
Subhanallah...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar