aku menyukai kesendirian, walau aku selalu merasa senang dalam
keramaian.
aku menciptakan suakaku sendiri, yang populasinya hanya ada satu orang,
aku sendiri.
dalam kesendirian, aku memetik banyak titik kehidupan yang sebelumnya
tidak aku miliki.
di kesunyian ini, aku menyadari bahwa akulah satu-satu nya yang dapat
mengerti diriku sendiri.
aku menyukai ketika aku sendiri didalam rumahku
menjelajah setiap ruangan, menghadirkan banyak kenangan disetiap sudut
melayani diriku sendiri, memanjakan diriku dan akhirnya memahami
setiap pikiranku
untuk berbicara dengan diriku sendiri
mencari tahu apa yang aku mau
mencurahkan segala isi hatiku
dan membereskan sedikit demi sedikit permasalahan yang ada.
aku berdamai dengan segala ketakutan dalam hatiku
membujuk kejujuran kecil dalam hatiku untuk berdamai dengan pikiran
kecil yang ada didalam logikaku.
aku menyimpan sofa empuk disudut kamarku, bersebelahan dengan rak
buku. disitu aku menghabiskan banyak waktu,
membaca buku-buku yang terkadang membuatku tertawa dan kadang
merenung
banyak kantung-kantung pengetahuan yang siap aku telan untuk
membekali perjalanan hidup.
aku adalah laki-laki yang sedikit cerdas
isi kepala ku seperti pensil, dan selalu memerlukan rautan untuk
membuatnya tajam, dan rautan itu aku dapatkan dari banyak tempat
dari kitab suci, obrolan panjang dengan kawan, atau dari buku yang aku
baca.
aku semakin memahami, bahwa diriku sendirilah yang paling bisa aku
andalkan. diandalkan untuk segala urusan hidupku
bahwa keputusan untuk hidup dengan bahagia adalah pilihanku.
kini dan nanti..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar