Senin, 04 April 2011
Tentang Dunia
Kondisi dunia ini penuh kenikmatan , banyak pilihan, penuh
rupa, dan banyak warna. Semua itu bercampur baur dengan
kecemasan dan kesulitan hidup. Dan kita adalah bagian dari dunia
yang berada dalam kesukaran. Kita tidak akan pernah menjumpai
seorang ayah, istri, suami, kawan, tempat tinggal, atau pekerjaan
yang padanya tidak terdapat sesuatu yang menyulitkan. Bahkan
kadang kala justru pada setiap hal terdapat sesuatu yang buruk dan
tidak kita sukai. Maka dari itu, padamkanlah panasnya keburukan
pada setiap hal itu dengan dinginnya kebaikan yang ada padanya itu
kalau kita mau selamat dengan adil dan bijaksana. Pasalnya,
betapapun setiap luka pasti ada harganya.
Allah SWT menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya
dua hal yang saling berlawanan, dua jenis yang saling bertolak
belakang, dua kubu yang saling berseberangan dan dua pendapat
yang saling berseberangan. Yakni, yang baik dengan yang buruk,
kebaikan dengan kerusakan, kebahagiaan dengan kesedihan. Dan
setelah itu, Allah akan mengumpulkan semua yang baik, kebagusan
dan kebahagiaan itu di surga. Adapun yang buruk, kerusakan dan
kesedihan akan dikumpulkan di neraka. “Dunia ini terlaknat dan
terlaknat semua yang ada didalamnya, kecuali dzikir kepada Alloh dan
semua yang berkaitan dengannya, seseorang yang ‘alim dan
seseorang yang belajar”, begitu hadits berkata.
Maka, jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang
ada. Jangan larut dalam khayalan. Dan, jangan pernah menerawang
ke dalam imajinasi. Hadapi kehidupan ini apa adanya, kendalikan jiwa
kita untuk dapat menerima dan menikmatinya. Bagaimanapun tidak
mungkin semua teman tulus kepada anda dan semua perkara
sempurna dimata kita. Sebab ketulusan dan kesempurnaan itu ciri
dan sifat kehidupan dunia.
Adalah seyogyanya bila kita merapatkan barisan,
menyatukan langkah, saling memaafkan dan berdamai kembali,
mengambil hal-hal yang mudah kita lakukan, meninggalkan hal-hal
yang menyulitkan, menutup mata dari beberapa hal untuk saat-saat
tertentu, meluruskan langkah, dan mengesampingkan berbagai hal
yang mengganggu. Sungguh betapa banyak penderitaan yang
terjadi, betapa banyak pula orang-orang yang sabar menghadapinya.
Maka kita bukan hanya satu-satunya orang yang mendapatkan
cobaan, mungkin saja penderitaan atau cobaan kita tidak seberapa
dengan cobaan orang lain. Maka dari itu, hadapilah hidup ini apa
adanya. Dan yakinkan kita mampu menghadapinya. Apapun yang
terjadi pada diri kita, jangan gegabah, konsentrasi. Karena segala
cobaan hidup adalah bunga kehidupan dan banyak jalan untuk dapat
menyelesaikannya. Jangan dulu pesimis alam menghadapinya.
Karena sang Pencipta tidak mungkin memberikan cobaan pada
hambanya dengan lebih berat dari kemampuannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar