Terkadang rasanya perlu juga kita dibangkitkan dari mimpi tidur panjang kita. Dalam mimpi, semuanya akan terasa indah, atau bahkan terasa sangat buruk. Sering kali kita memimpikan diri kita menjadi seorang Pangeran yang punya segalanya. Walaupun Pangeran itu buruk rupa, toh, Pangeran tetaplah Pangeran, atau kita memimpikan diri kita sebagai sosok sempurna.. yach, paling tidak mendekati sempurna, walau dalam nyata kita punya seribu kekurangan.
Mungkin ada kalanya kita bermimpi menjadi seorang Pangeran kesepian, kemudian bertemu dengan seorang Putri yang menggenggam erat tangan kita, berjalan diantara taman bunga. Yach, itulah dunia mimpi, Apapun bisa terjadi. Kita bisa menangis ataupun tertawa dalam mimpi layaknya alam nyata,Tapi toh itu tetap sebuah mimpi.
Dalam dunia mimpi, kadang kita terlupa pada diri kita yang sebenarnya, siapa kita, apa visi dan misi kita. Karena dalam mimpi, kita hanya mau jadi seorang Pangeran yang hidup bahagia dengan sang Puteri.
Dalam mimpi, kita kesampingkan logika, kita unggulkan angan. Semua terasa mungkin tercapai, walau kadang saat kita terbangun sejenak, kita sadar dan tahu, itu tidak akan terwujud, tapi kita terus melanjutkan mimpi itu, karena mimpi itu indah. Itulah manusia, hidup dengan mimpi.
Bahayanya, terlalu lama hidup dalam mimpi justru akan mematikan semuanya, Lupa akan semuanya.. Bahkan dengan asal usul kita, Dalam hal ini, yang ada hanya putri dengan pangeran yang hidup bahagia, tak ada orang tua, keluarga, masyarakat, sekalipun Yang Menciptakan kita.
Dalam mimpi, kita akan rela menunggu kedatangan sang puteri. Walau sejenak, saat kita terbangun, kita tahu, puteri itu tak akan datang, tapi terus kita lanjutkan mimpi itu, tetap menunggu...
Ya, dalam hal ini mimpi lebih sering disebut dengan angan. Sesuatu yang hanya bisa kita fikirkan tanpa bisa kita usahakan. Sesuatu yang justru merusak kehidupan alam nyata kita, yang membuat kita kalah dalam hidup dan jutru memporak-porandakan hati.
Aku, saat menulis ini dalam keadaan terjaga, baru saja dibangunkan, justru oleh suara orang yang paling berarti bagiku di dunia ini. Aku diingatkan, siapa aku, dari mana asalku, dan bagaimana hidupku, secara tiba-tiba. Tanpa diungkapkannya.. Beruntung aku terbangun saat ini dan langsung menuliskan ini. Aku seperti tersadar dari mati suri yang lama bahkan. Tersadar dari penantian yang tak pasti, harapan yang keliru.
Tapi, sebenarnya mimpiku tak salah, mimpiku sederhana dan wajar, yaitu hidup bahagia dengan puteri. Aku tak berharap hidup di istana dengan seribu pelayan, aku hanya ingin hidup di sebuah gubuk kecil, bernama cinta, dengan segala kekurangan dan kelebihan di dalamnya, membangun gubuk kecil itu dengan kasih sayang dan ridho ilahi. Mimpi yang sederhana bukan??
Tapi aku lupa, aku punya banyak tujuan dalam hidupku, cita-cita yang belum tercapai, senyum yang belum terbeli. Aku hanya bermimpi tentang dia, dia dan dia, yang mungkin, malah tak peduli dengan galau dan sakitnya jiwaku menunggunya..
Tapi dia tak salah, Dia berhak melakukan apapun, karena dia adalah sang puteri, walau itu hanya dalam mimpiku. Jadi aku lah yang salah, tertidur begitu lama, pulas dan bermimpi begitu tinggi.
Hmm.. ingin ku belajar ilmu ikhlas dan sabar. Sabar dan ikhlas menerima sakit. Sabar dan iklash menunggu. Sabar dan ikhlas dalam segalanya.. Tapi aku hanya manusia biasa, pria biasa, dengan mimpi biasa, dengan cinta yang biasa, dengan kemampuan yang biasa, yang punya harapan besar, yang kadang punya emosi meledak, yang kadang menangis karena terluka, yang mengeluh karena apa yang diharapkan tak tercapai, yang bisa merasakan sakit, kecewa, dan cemburu.
Aku, hanya orang yang sedang belajar menyelami apa sebenarnya makna hidup ini, mencari hikmah dibalik luka..
Aku, bukan seorang pangeran.
Aku, hanya pria biasa, yang ingin terus melanjutkan mimpi.. Terus menunggu sampai sang Puteri datang. Terus hidup dalam lamunanku,, menikmati indahnya hidup di alam mimpi..
Aku hanya Pria biasa, yang ingin melarikan diri dari segala kepenatan, ingin hidup dalam kesenangan.
Tapi, sekarang, aku terbangun, tersadar, tersentak, terhentak dari semuanya,, Karena aku bukan orang biasa. Aku seorang hamba, yang punya seribu tugas, seribu tanggung jawab.
Ini aku!! Aku.. yang bukan Pria biasa, yang bukan orang biasa!! Jadi, aku, memang, sudah saatnya bangun dari mimpiku, melanjutkan hidupku, bukan sebagai Pria biasa, tapi lebih dari itu..
Aku..biarlah, akan diam, mengalah, menahan luka, rindu, atau apa saja, Karena aku menang diciptakan dengan kekuatan itu.
Aku, dipercaya oleh ALLAH bisa untuk menaklukkan semuanya..
Hanya, kemarin aku terlalu lama tertidur,, dan sekarang saatnya aku B A N G U N..!!!
Semoga setelah aku menulis semua ini, aku tak lagi terlelap, tak lagi bermimpi.
Aku akan terus berjuang. Jadi, suatu saat nanti, kalau semuanya harus berakhir, mataku harus terpejam untuk selamanya..
Aku, setidaknya walau tak bisa membeli semua senyum yang seharusnya ku beli, walau tak sempurna dalam menjalankan amanah, aku akan lega, karena hidupku sudah ku kerahkan untuk itu. Setidaknya aku sudah berjuang, walau perjuanganku tak selesai, walau mungkin tak ada hasil, tapi setidaknya aku sudah mencoba..
"Ketika kau dilahirkan, kau menangis sedang orang di sekelilingmu tertawa, maka buatlah, ketika kau meninggal kau tersenyum dan orang sekelilingmu menangis" (Ali bin Abu Thalib)
Sekarang inilah mimpiku, sebagai seorang Pria tak biasa, sebagai manusia yang tak biasa..
KARENA AKU MEMANG BUKAN PRIA BIASA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar