Selasa, 31 Mei 2011

What's On My Mind???

Sering kali pikiran ini mengubek-ubek otakku,
yang membuatku sendiri benci jika pikiran ini tiba.
Semuanya melintas begitu saja di kepala ini,
seperti cd yang diputar dan tombol on off nya mati,
aku tak bisa menghentikannya begitu saja...
aku hanya bisa membiarkannya,mengikuti alurnya,
....................sampai selesai...............
sehingga hatiku bertanya :
apa yang kau dapat :"luka"
apa yang kau inginkan :"....????"

ternyata aku tak tau apa yang diriku sendiri inginkan..
selalu berkutat dengan angan dan pemikiran ternyata hanya menyakiti diri sendiri,dan bahkan tak temukan jalan keluar...

dan akhirnya mau tak mau aku harus keluar dari angan,
inilah kenyataan dengan setiap likunya,
Bagaimanapun,inilah warna dari setiap rasaku.
So...be happy with the color in your life. :)

Jumat, 20 Mei 2011

Masih Sama..

Mungkinkah aku harus benar-benar pergi jauh darimu dan tidak pernah menemukanmu, setelah sekian waktu berlari, dimana kamu, bagaimana kabarmu, mencari apa yang kamu inginkan, dan setiap hari menunggu diruang maya hanya untuk mengetahui kamu baik-baik saja, mencari adakah kata yang kau tulis akan menggambarkan sesuatu jawaban yang kucari, mencari dan benar-benar mencari apakah ada tentang aku..

Aku hanya seorang lelaki yang terlalu biasa bagimu, berdiri dibalik ketegaran seolah tak pernah terjadi apapun padaku, ya aku baik-baik saja.
Kenapa ku terus menanti jika yang kutemukan adalah dingin. Tidak ada, itu jawaban yang mungkin akan aku dapatkan.

Aaah sudahlah, “jangan terlalu tinggi kamu mencari, karna jatuhnya akan sakit”, “jangan terlalu berharap, nanti kamu akan terjatuh.” gumamku

mungkin setelah nanti ku dapatkan kenyataan yang mungkin membuat ku terjatuh.
Aku akan tetap ada disini, tapi hatimu? Aku tak pernah tau.
Hanya seperti bunga yang berdiri sendiri diatas angin, terseok hujan, dan akan kering karena matahari.

Tadinya kucoba menutup telinga, dan melihat awan, melihat tinggi berharap angin membawa pesan dan senyummu saat tergores senja, namun saat mentari mengoreskan warnanya diufuk timur, dirimu tetap tak akan pernah ada.

Senin, 09 Mei 2011

Teman Itu Hadiah Dari ALLAH SWT

Teman adalah hadiah dari ALLAH SWT buat kita.
Seperti halnya hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek.

Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan atau kepribadian yang menarik.

Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasanya saja, atau malah menjengkelkan.

Seperti juga hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.

Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya., kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama… kita mencintai dia dan dia mencintai kita.

Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai.. Bukan dia tak mau, tapi justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya.

Sayangnya yang kita tangkap darinya seringali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll. Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam itu dan kita mencoba menghindar dari mereka.

Kita tidak tahu bahwa itu semua bukanlah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta.. Karena justru ia-lah yang membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita?

Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama?

Luka lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita.

Mereka tidak akan bilang bahwa “lutut” mereka luka atau mereka “takut air”, mereka akan bilang bahwa berenang itu membosankan, dan lari itu melelahkan. It’s a defense mechanism. Itulah cara mereka mempertahankan diri.

Mereka tidak akan bilang : “Aku tidak bisa Basket.”
Tapi mereka akan bilang : “Basket itu tidak menarik.”

Mereka tidak akan bilang : “Aku membutuhkan kamu.”
Mereka akan bilang : “Tidak ada yang cocok denganku.”

Mereka tidak akan bilang : “Aku kesepian.”
Mereka akan bilang : “Aku suka sendiri.”
Mereka tidak akan bilang : “Aku butuh diterima.”
Mereka akan bilang : “Aku bisa hidup sendiri.”

Mereka tidak akan bilang : “Aku ingin didengarkan.”
Mereka akan bilang : “Kisah hidupku membosankan.”

Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau tidak. Dan jangan tertipu oleh kemasan.
Hanya karena kita bertemu jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.
Berikanlah makna di dalam kehidupkan kita bukan hanya untuk diri kita sendiri saja melainkan juga untuk membahagiakan sesama manusia di dalam lingkungan kehidupan kita.
Berikanlah waktu kita dengan rasa kasih kepada orang yang membutuhkan kita.

Yesterday is history.
Tomorrow is mistery.
Today is gift.
That’s why it’s called the present.

Kamis, 05 Mei 2011

Menunggu Mimpi

Mulanya rasa ini tak ada..
Ungkapan rasanya hanya biasa saja untukku..
Hingga ku tau ketulusan..
Ada dalam setiap ucapannya..
Membuatku semakin percaya, dialah yang kutunggu, lalu..
Mulai ku gantungkan harap padanya, dan mencintainya..
Asaku tinggi terhadapnya..
Dan aku pun terjatuh, tapi..

Hati ini tak mau melupakannya..
Akupun sudah tak bisa memerintah hati dan rasaku lagi..
Bukan ini yang ku mau..
Inginku lari dari bayang-bayang cintanya, tapi..
Bayangannya tak mau sirna, bukan dalam pikiranku, tapi justru dalam sujudku..
Inikah pertanda-MU wahai Sang Pemilik Cinta, ataukah hanya sebuah asa?

Aku percaya pada janji-NYA..
Lalu kusebut namanya dalam setiap sujudku..
Hadirnya dalam mimpiku, terus ku tunggu..
Aku percaya dialah sayapku..
Dan aku hanya tinggal menunggu waktu..
Dalam cinta yang kini hampa..
Aku akan tetap mencintainya..
Rabb-ku yang mengetahuinya..